Jumat, 13 April 2012

I AM MUSLIM


Delapan Indikator Keislaman Seseorang

oleh: Shalih Hasyim

MANUSIA yang bertakwa adalah manusia yang paling mulia di sisi Allah. Dan orang yang bertakwa segara orientasi hidupnya kepada Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎). “Anta maqshuduna, ridhaka mathlubuna, dunyana wa ukhrana” (Engkaulah tujuan puncak kami, keridhaan-Mu yang aku cari, demi menggapai kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat kami). Bukan yang lain. Bukan karena ilmu kita, jabatan kita, kepandaian kita, harta kita atau orientasi dunia lainnya.

Dengan takwa, manusia selalu mentauhidkan Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎) dan tidak menyekutukan-Nya. Selalu mengingat-Nya dan tidak melupakan-Nya. Selalu mensyukuri karunia-Nya dan tidak mengingkari-Nya. Selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan tidak menjauhi-Nya, meminjam istilah Ibnu Masud dalam Tafsir Ath Thabari.

Indikator Keislaman

Lantas apa indikasinya bahwa keislaman kita sesuai “Manhaj Nubuwwah”? setidaknya ada delapan indikato yang bisa memudahkan kita sebagai alat ukur mutu keislaman seseorang;

Pertama: Terkikisnya Virus Thagha’

Istilah tagha’ (baca thogho) ini diambil dari surat Al-‘Alaq pada ayat 6. Secara bahasa artinya melampaui batas. Seperti air yang tumpah dari gelas, karena diisi melebihi dari ukurannya. Manusia bersikap thagha karena merasa dirinya serba cukup (ayat 7). Merasa dirinya sudah berharta, berilmu dan berkuasa. Tidak lagi memerlukan bimbingan dari Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎).

Jadi, pertama kali yang harus dilakukan oleh orang yang ingin berhasil mengenal Islam adalah tazkiyatun nafsi (membersihkan hati), berfikir obyektif dan terbuka. Melihat ke langit (Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎)), ke tengah (ayat diri sendiri) dan ke bawah (alam dan seisinya dan tempat kembali manusia). Jika hati kita belum bisa disterilkan dari kepentingan hawa nafsu, dunia dan kekuasaan, maka mustahil Islam bisa kita serap dan kita nikmati secara baik. Islam yang bisa dijadikan pencegah dari perbuatan fahsya dan mungkar. Bukan sekedar Islam sebagai pencuci dosa. Bangsa kita yang mayoritas Muslim, tapi buktinya masih banyak melakukan korupsi. Karena ajaran Islam hanya dijadikan penebus dosa sebagaimana agama lain. Dari sini sesungguhnya sudah cukup memadai mutu keislaman kita.

Bahaya laten thagha’ akan berakibat fatal dan krusial. Yaitu membatalkan keislaman kita.

Penyakit tagha’ melahirkan tiga kejahatan yang menjadi pemicu penyimpangan manusia sepanjang sejarah. Yaitu, sombong yang diwariskan oleh iblis, serakah (thama’) yang ditularkan oleh Adam as dan hasud yang diwariskan oleh Qabil.

Tagha’ dan iman akan terus berhadap-hadapan sampai hari kiamat. Kebenaran dan kebatilan, keimanan dan kemusyrikan, al Haqq wal Batil, tidak akan bisa dipertemukan sepanjang sejarah peradaban manusia. Buah dari terkikisnya thagha’ akan mendidik manusia untuk memiliki sikap tawadhu. Rendah hati, selalu memerlukan bimbingan wahyu.

Kedua: Keimanan kepada Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎)

Sasaran al-Quran adalah orang-orang yang beriman. Sekalipun tinggi kualitas keilmuan, peradaban manusia, ketika berinteraksi dengan al-Quran dengan memaksakan pemahamannya atau menyimpan niat yang buruk, al-Quran yang demikian terang, menjadi kabur. Jadi, iman adalah modal utama dan pertama untuk At-Ta’amul ma’a Al-Quran.

Iman, bagaikan air sumur zamzam. Sumber yang dipancarkannya tidak akan pernah kering dan habis sepanjang sejarah peradaban manusia. Iman itulah yang memotivasi pemiliknya untuk istiqomah (konsisten), mudawamah (berkesinambungan), istimroriyah (terus-menerus), tanpa mengenal lelah, dengan sabar, tegar, teguh, tekun, tawakkal, mengajak kepada kebaikan dan mencegah segala bentuk kemungkaran tanpa tendensi apapun, pura-pura dan pamrih. Tidak mengharapakan pujian, ucapan terima kasih dan balasan serta tidak takut celaan orang yang mencela.

Imanlah yang menjadikan seseorang terus bergerak menyemai kebaikan-kebaikan di taman kehidupan ini tanpa kenal letih. Karena, ia yakin dalam setiap gerakan yang dimotivasi oleh nilai-nilai keimanan itu tersimpan potensi kebaikan-kebaikan melulu (barakah). “Taharrak fa-inna fil harakati barakah” (bergeraklah, karena setiap gerakan ada tambahan kebaikan). Dan kebaikan yang ditanam itu akan ia panen, kembali kepada dirinya. Baik secara kontan (langsung) ataupun secara kredit (tidak langsung). Bukan dipanen orang lain. Justru, jika berhenti bergerak, potensi yang dimilikinya tinggal sebuah potensi. Tidak tumbuh dan berkembang. Air yang tidak mengalir, akan menjadi sarang berbagai kuman yang mematikan.

Imanlah yang menjadikan seseorang terus aktif membendung/menghalangi berbagai pengaruh negatif kejelekan, kefasikan, kezhaliman, kemungkaran. Karena, semua perbuatan dosa dan maksiat akan menghancurkan dirinya sendiri. Manusia yang bergelimang dalam perbuatan dosa, di dunianya tersiksa, sedangkan di akhirat siksanya lebih menyakitkan. Imanlah yang mencegah pemiliknya untuk menelola hawa nafsu (syahwat), nafsu perut dan nafsu kelamin. Karena kedua nafsu duniawi itu semakin dicicipi dengan cara yang salah bagaikan meminum air laut. Semakin di minum, bertambah haus.

Ali bin Abi Thalib mengatakan: Tiga hukuman bagi orang yang berbuat maksiat, yaitu penghidupan yang serba sulit, sulit menemukan jalan keluar dari himpitan persoalan, dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pangannya kecuali dengan melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎).

Ketiga: Menjadikan Diri Sebagai Alat Peraga al-Quran

Kita sepakat bahwa al-Quran adalah kitab suci yang orisinil. Ini sudah diberitakan oleh kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya. Namun secara jujur kita mengakui, betapa jauhnya jarak antara kaum muslimin dengan kitab sucinya. Bagaikan pemain layang-layang. Umat Islam belum mampu menjadikan dirinya sebagai gambaran kongkrit “al-Quran yang berjalan di pasar, di gedung parlemen, di jalan raya, di rumah tangga, di lembaga pendidikan, di dunia militer” dll.

Faktanya, al Quran sekedar dijadikan mantra, sehingga tidak berefek apa pun pada perubahan pola pikir, sudut pandang, arah kehidupan, orientasi dan perilaku kehidupan dalam skala individu, keluarga, bangsa dan negara.

Agar kita menjadi orang-orang yang berorientasi al-Quran, hendaklah al-Quran menjadi penuntun dan pemandu seluruh kehidupan kita. Sehingga al-Quran merubah kehidupan kita secara total dan merujuk referensi isi al-Quran.

Sikap seorang Muslim terhadap al-Quran seharusnya ada empat hal. Tasmi’, (mendengarkan dengan merenungi isinya), tafhim (memahami), ta’lim (mengajarkan kepada orang lain), tathbiq (mengamalkan), kemudian mengajak orang lain ke jalan Al Quran tersebut. Mustahil mendakwakan al-Quran jika kita sendiri tidak mengamalkannya. Jadiakan al-Quran sebagai pembelamu (hujjatun laka) atau penggugatmu (hujjatun ‘alaika), demikian Sabda Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم). Artinya, al-Quran bisa memperkuat sikap kita sebaliknya bisa menghancurkan kita atas sikap-sikap kita yang tak sesuai dengan nilai yang terkandung salam al-Quran.

Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran Ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Dan apabila dibacakan Al Quran, Maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat[mendengar dan memperhatikan sambil berdiam diri]." (QS. Al Araf (7): 203-204).

Keempat: Menjadikan Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam sebagai Idola

Tujuan puncak orang beriman adalah mencari ridha Allah (Ya Allah Ya Rabbana Anta Maqshuduna, Ridhaka Mathlubuna Dunyana Wa Ukhrona). Rasulullah Shalallaahu 'Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) adalah manusia yang dipilih oleh-Nya untuk menyampaikan wahyu kepada umat manusia.

Tujuan berislam adalah mencari ridha Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎) atau "Allahu Ghoyatuna". Dan salah satu strategi menjalankannya dalam kehidupan adalah mengikuti Rasulullah Muhammad.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah (QS. Al Ahzab (33) : 21)

Tapi mari kita saksikan pada diri kita semua, saudara kita, atau anak-anak kita. Siapa sosok yang menjadi idola kita atau mereka? Nabikah? Yang cukup menggenaskan, di Bandung, wanita-wanita yang mengidolakan Ariel Paterpan, artis pelaku pornografi justu gadis-gadis berjilbab. Jangan-jangan di antara mereka adalah anak kita. Na’udzu Billah min dzalik.

Kelima: Ibadah, Refleksi dari Keimanan

Agar hati bisa dirawat dari berbagai penyakit yang mengotori dan merusaknya, memerlukan ketekunan dalam ibadah kepada-Nya. Untuk menguji kualitas komitmen keimanan seseorang adalah giat beribadah kepada Allah. Baik yang wajib ataupun yang sunnah. Ketaatan beribadah merupakan turunan dari keimanan. Pengertian iman adalah, “Al imanu tashdiqu bil qalb, iqraru bil lisan wal 'amalu bil arkan.” (Iman itu diyakini di dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan). Bukan disebut beriman hanya karena dia memakai songkok putih, bergelar haji, tetapi tindak-tanduknya belum mencerminkan seorang Muslim. Atau tidak bisa seseorang dikatakan sholeh hanya karena dia baik, suka menyumbang fakir-miskin, tetapi dia kafir atau tidak pernah sholat. Seorang yang beriman namanya mukmin. Dan orang Mukmin, dia pasti rajin beribadah dan kuat memegang syariat Allah.

Keenam: Bangkit untuk Inqadzul Ummah

Tidak cukup seorang muslim puas jika melihat dirinya shalih, sedangkan membiarkan orang lain jahat. Islam yang benar, di samping dirinya shalih, pula mengajak saudaranya menjadi shalih pula. Seorang muslim yang tidak memiliki kepekaan sosial, maka suatu saat keimanan yang dimilikinya akan mengalami degradasi. Karena secara individual orang yang shalih disebut khairul bariyyah, dan membentuk umat sehingga menjadi khairu ummah. Mustahil menjadi khairu ummah tanpa bahan dasar khairul bariyyah. Insan shalih tidak bisa dipisahkan dari al mujtama’ ash-shalih (masyarakat yang shalih).

Jadi, kita dituntut untuk shalih linafsihi dan shalih lighairihi.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran (3) : 110).

Ketujuh: Menegakkan Kepemimpinan Imamah dan Jamaah

Konsekwensi keimanan seseorang adalah berjamaah (berkumpul karena ikatan la ilaha illallah muhammadur rasulullah). Bukan sekedar ikatan kerja. Manusia adalah makhluk sosial. Sekalipun memikul pekerjaan sederhana, misalnya tertawa, mencukur rambut, memerlukan keterlibatan orang lain. Lebih-lebih melaksanakan ajaran Islam yang demikian lengkap dan mengandung persoalan yang kompleks. Islam bukan sekedar makanan akal, pula konsumsi hati dan perasaan. Islam tidak sebatas dipahami, tetapi perlu diperagakan dalam kehidupan nyata. Din (konsep) tidak bisa dipisahkan dari daulah (penerapannya). Orang Islam dituntut menunjukkan bahwa dirinya adalah alat peraga al-Quran dan as-Sunnah. Yang berjalan di alam nyata.

Dan Islam tidak akan berdiri tegak dan teraplikasikan secara kaffah tanpa adanya sebuah jamaah yang kuat dan berwibawa. Kita sangat diuntungkan dengan berjamaah, untuk menjaga keshalihan kita. Di samping itu, tidak ada satupun ayat yang menjelaskan orang beriman dengan menggunakan kata tunggal (mufrad), - aman - tetapi memakai isim jama’ – amanuu -.

Kepemimpinan yang dibangun tidak berdiri di atas prinsip laa ilaaha illah muhammadurrasulullah, maka mustahil bisa menguatkan ikatan hati. Sebagaimana kondisi masyarakat Yahudi yang digambarkan dalam al-Quran. Karena masing-masing individu berjiwa kerdil. Imamah jamaah adalah media yang paling efektif untuk menyederhanakan perbedaan kita dan menonjolkan persamaan. Mengecilkan persoalan furuiyah (cabang agama) dan membesarkan persoalan ushul (pokok). Karena, perkumpulan kita diikat oleh ikatan yang prinsip (ideologis), La ilaha illah wa Muhammadur Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassalam. Bukan kepentingan pragmatis dan sesaat serta jangka pendek.

Kedelapan: Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah

Inilah nikmat tertinggi yang kita rasakan setelah nikmat iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Ukhuwwah Islamiyah inilah yang berhasil memutus mata rantai ‘ashabiyah (fanatisme kesukuan), ananiyah (egoisme), keangkuan, kesombongan, atribut dan asesoris lahiriyah, yang menjadi pilar berdirinya masyarakat jahiliyah. Persaudaraan yang diikat oleh ikatan tauhid ini yang bisa mengungguli ikatan kekeluargaan seketurunan.

Inilah sebuah ikatan yang kokoh, karena dibingkai oleh prinsip. Saling cinta mencintai karena Allah Subhanahu wa-ta'ala (سبحانه و تعالى‎). Maka, lahirlah sebuah ungkapan; “Seandainya cinta dan kasih sayang itu telah merasuk dalam kehidupan maka manusia tidak memerlukan keadilan dan undang-undang.”

Kasmansingodimejo salah satu pendiri Muhammadiyah pernah mengatakan;

“Sesungguhnya kaum muslimin sekalipun hanya mengumpulkan kerikil, dalam waktu dekat akan menjadi gunung.” Seandainya jumlah kaum muslimin yang demikian besar dan berhasil menyingkirkan perbedaan-perbedaan kecil di antara mereka (furuiyah), maka hanya sekedar kencing secara berjamaah di pemukiman Yahudi di Palestina, mereka akan “tenggelam”.

Imam Syafii mengatakan’ “Allah tidak akan menolong umat yang bercerai-berai, baik dahulu, kini dan umat yang akan datang.” Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, kata pepatah Indonesia. Karena, tangan Allah di atas orang yang berjamaah (berkumpul karena ikatan iman), bukan sekedar berhimpun dan bergerombol karena hobi.

Semoga, tulisan ini semakin memperkokoh dan memperkuat identitas keislaman kita semua. Amin.*

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus, Jawa Tengah

hot news

Hidayatullah.com--Yayasan Al-Quds internasional mengungkapkan rencana terbaru Zionis untuk membangun museum baru di bagian barat daya Al-Buraq, samping Masjid Al-Aqsha.

Yayasan yang bermarkas di Beirut dalam pernyataan persnya, Kamis (12/04/2012) mengatakan, penjajah Israel berencana menggusur tiga acre tanah warga untuk pembangunan museum yahudi bertepatan dengan rencana pembangunan Kuil secara rinci no 11053.

Ia menjelaskan, rencana Israel ini merupakan langkah terbaru Zionis untuk meningkatkan areal Al-Buraq yang diumumkan pihak Israel secara resmi Oktober 2010 dengan tujuan mengembalikan bangunan kuil haikal demi menguasai tempat tersebut yang sesuai dengan pandangan Yahudi.

Rencana Zionis-Israel bersamaan dengan penghancuran gerbang Al-Mugaribah dan perluasan areal Al-Buraq bagi jema’ah yahudi serta parkiran mobil dan pembangunan terowongan yang menghubungkan sejumlah wilayah permukiman Yahudi.

Ia menyebut, kegiatan Israel ini dilakukan untuk memberikan kesan bahwa kota Al-Quds adalah kota yang bernuansa Yahudi lebih banyak ketimbang nuansa Islamnya. Selain untuk mensosialisasikan kedustaan mereka degan menambah bangunan sinagog, museum Talmud dan tempat kunjungan wisata.

Dengan ini lembaga meminta semua pihak untuk bergerak secepatnya menghadang rencana Zionis. Karena pembangunan museum ini menyatu dengan proyek penghancuran jembatan Al-MUgaribah dan bangunan museum. Ia juga minta dunia Arab dan Islam bergerak menghentikan rencana Zionis tersebut.

Makam jadi Parkir

Sebelum ini, tanggal 9 April kemarin, Yayasan Al Aqsha untuk Perwakafan dan Peninggalan mengabarkan, bahwa penjajah Zionis akan mengubah pemakaman Islam di Asqalan sebagai tempat parkir. Masalah ini akan di gulirkan di Kneset pada pekan depan, demikian lansir Al Jazeera (9/4/2012).

Abdul Majid Ighbariyah dari Yayasan Al Aqsha yang bertanggung jawab dalam masalah tempat-tempat suci menyatakan bahwa sebagian makam telah dijadikan tempat parkir, meskipun hal itu belum resmi. Ia juga menyatakan penolakan terhadap penggunaan makam sebagai lahan parkir baik untuk sementara maupun permanen.

Ighbariyah juga menjelaskan bahwa yang tersisa dari pemakaman Asqalan saat ini hanya beberapa puluh makam saja dan pihaknya bersama pemerintah lokal Asqalan bersepakat menanam pohon zaitun di sekeliling makam untuk memagari dan menolak pemarkiran mobil di kolaksi tersebut.

Sebagaimana juga disampaikan oleh anggota Kneset dari Arab Jamal Zahaliqah bahwa penggunaan makam Asqalan sebagai tempat parkir merupakan penghinaan terhadap kehormatan umat Islam dan syiar-syiar agama mereka.*

Selasa, 10 April 2012

LIFE STYLE

GALAUUUUUUU,,..,,,,,,,


What’s the meaning of galau? Galau itu penyakit hati orang zaman sekarang yang dapat membuat stress, Insomnia daaan lain-lain yang disebabkan masalah duniawi yang sebenarnya bisa diatasi tapi karena terlalu di dramatisir jadi nya yaah begitu deh. Walaupun tidak menular tapi ini juga berbahaya loo. Kepanjangan dari galau adalaaah

G : Gelisah padahal sebenernya biasa aja.

A : Aslinya dia kuat, cuma karena kondisi jadi rapuh deh..

L : Lisannya cenderung pengen mengeluh, padahal tidak penting..

A : Anaknya suka mendramatisir keadaan

U : Ujung-ujungnya tersakiti sendiri tanpa tahu harus bagaimana menyudahi rasa itu.

TEKNOLOGI


Teknologi terbaru 2012
Oleh :sajahtra
Sobat mungkin sudah sering melihat video maupun film yang menampilkan kecanggihan teknologi terbaru untuk masa depan. Tapi apa jadinya jika hal tersebut menjadi nyata dan bisa sobat miliki? Saat ini mungkin fungsi meja bagi sobat hanya sebagai peralatan rumah tangga untuk meletakkan peralatan tulis menulis atau sekedar pengisi interior ruangan. Pada awal tahun 2011, beredar kabar munculnya teknologi tv hologram. Tapi baru-baru ini, dipenghujung tahun 2011, Microsoft membuat sebuah terobosan dengan teknologi yang diberi nama Microsoft Surface, dimana sebuah kombinasi antara meja, komputer, kamera, serta touch sensivity berukuran sebesar yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi untuk berbagai aktivitas.

Pada meja besar yang menggunakan LCD touch screen 40 inci, Microsoft menempatkan sebuah smartphone pada layar, seketika Microsoft Surface akan mengenali perangkat tersebut dan menampilkan informasi mengenai perangkat serta memungkinkan untuk memilih model yang berbeda. Kabarnya, Microsoft telah mengkonfirmasi harga terbaru untuk meja masa depan yang akan mereka rilis pada tahun 2012 nanti di pasar Amerika sebesar $8.900.


Seperti halnya Microsoft Surface, teknologi terbaru untuk masa depan lainnya, sebuah meja interaktif, EXOdesk, memungkinkan sobat untuk melakukan semua aktivitas pada virtual space. EXOdesk sebenarnya merupakan sebuah tabletop computer yang menawarkan layar high definition 40 inci, di mana kita bisa memanipulasi virtual object dengan menyentuh dan dragging. EXOdesk akan dirilis pada tahun 2012 mendatang dengan harga $1,299.


Sumber :www.berita teknologi terbaru 2012.com


Mentoring yang Indah
            Mulailah hidup ini bangkit dari keterpurukan. Setelah lama tak disirami cinta kasih sang murobbi. Gersang, kering, dan layu. Begitulah sulitnya yang kurasakan. Ada saja kejadian yang Allah berikan. Itu semua bagai kejutan di siang bolong.

Awalnaya aku tak menyangka Allah menggagalkan ku di SNMPTN lalu, tapi itulah yang ku alami, aku gagal. Kegagalanku ternyata membawa berkah, aku masuk bimbingan untuk SNMPTN di ADZKIA. Adzkia adalah tempat terindah yang pernah ada dalam hidupku. Tempat yang memberi warna baru. Di disana aku tak hanya belajar untuk persiapan SNMPTN, tapi lebih dari itu, tentang arti hidup dan indahnya persaudaraan. Aku mengenal sosok-sosok baru yang sebelumya tak ku kenal, mereka adalah tentor-tentor terbaik yang pernah ku kenal. Mereka menganggap muridnya seperti adiknya sendiri. Mereka dengan ikhlas mengajari kami dari pagi sampai matahari terbenam alias maghrib tiba. 

Rabu, 04 April 2012

DAUN II, Kata Kamu???

Assalamu’alaikum…
Bezzzz……….. 
Setelah sukses di DAUN I tahap 2 tanggal 10 dan 11 Maret 2012, UKMI Ar- Rahman (Dept. RPK khususnya)  kembali dengan aksinya.

Yup, 27- 29 April 2012 insya Allah bakal ada training dahsyat yang dipersiapkan untuk kamu2 yang dahsyat juga.

Gak sembarang kader lho yang bisa ikutan…
Kudu ikutin prosesinya yang lumayan menantang nyali dan hati.

Nama training kita kali ini:
Dauroh UKMI Ar- Rahman II atau nama kerennya DAUN II.
Apa kata mereka tentang DAUN II???



DAUN II adalah titik tolak perubahan dan sebagai titik awal pembuktian SIAPA DIANTARA KITA YANG LAYAK TANGGUH, baik mental, fisik, maupun ruhiyah.
Sampai jumpa di DAUN II UKMI Ar Rahman.
[Agus Huri, Koord. RPK Universitas]

Ibarat berinvestasi di sebuah perusahaan yang memiliki keuntungan besar, seperti itulah juga jika Anda mengikuti DAUN II yang hanya beberapa hari tapi memberikan inspirasi besar untuk terus mengukir  prestasi dan menciptakan kekuatan di dalam diri untuk menjadi manusia yang luarbiasa dan hamba yang taqwa, SAATNYA GILIRANMU, RASAKAN KEDAHSYATANNYA!
[Ikbal Abdillah, Ketua Umum]

DAUN II melatih jasadiyah semakin mantap….
Mantap ruhiyah, mantab jasadiyah
Itulah kami….
[Enri Cahyadi, Koord. Dept Ekonomi]

Hidup penuh makna, semangat tanpa batas, dan ukhuwah semakin kuat
[Amar Suprayogi, Ketupat DAUN II 2012]

Dewasa dan semakin bisa memaknai hidup, kedua hal itulah yang saya dapatkan dari DAUN II
 DAUN II memberikan suplemen nafas Islam yang begitu menyegarkan bagi saya.
[Hendri, Koord. Humas]

DAUN II mengajarkan saya berpetualang di atmosfer alam. DAUN II menghadiahkan sebuah ukhuwah, persahabatan dengan alam, ilmu yang mahal, semangat, dan kebersamaan.
DAUN II lebih dekat dengan alam, Islam, and kawan seperjuangan. Coz we’re different.
[Melda Febrianti, Sekdept. RPK UKMI FBS]

Hmm, DAUN II buat sayajadi lebih mengetahui dan mencintai  keislaman saya, memahami dakwah sebagai kebutuhan, bukan beban. So, semangat menuju DAUN II ya.. Islam itu rahmat J
[Rina Fitriani, Sekdept. RPK UKMI FE]

DAUN II itu ilmu, DAUN II itu amal, DAUN II itu kasih, DAUN II itu keren, DAUN II itu seru bagi kamu yang punya jiwa petualang.
DAUN II itu sejarah, DAUN II itu mengesankan. Satu pelatihan dengan orang2 yang keshalihannya tidak diragukan, insya Allah. Serta ukhuwah yang menggebu- gebu indahnya. Beberapa hari bersama, lelah letih tubuh tergantikan oleh senyum- tanda- cinta dari total aktivitas kita semua. Subhanallah aku rindu suasana itu. Cinta yang menjadikan diri ini semakin mencintai Nya.
ALLAHUAKBAR! Ayo tetap semangat dan bersyukur. Allah ma’ana.
[Qoriyanti, Koord. Keputrian Universitas]

Emmm, DAUN II itu LUARBIASA KAWAN!
Menggugah, penuh semangat, menambah wawasan, emmmh apalgi FGD nya. Subhanallah tak terlupakan. Mempertahankan pendapat kita sampai titik darah penghabisan.
Outbondnya? Ketemu deh nikmatnya ukhuwah, kerjasama, inspirasi, menikmati alam, kebersamaan. So, DAUN II hal yang paling ditunggu- tunggu oleh saya, kamu, dan kita semua. DAUN II, yes yes yes. ALLAHUAKBAR!
[Arizqa Ferina, Sekdept RPK FMIPA]


Waaahhhh, Subhanallah ya….
Pastinya lebih seru lagi kalo kita yang mengalami sendiri…

Are you qualified enough????
Let’s see then…
Ayo, layakkan diri Anda dengan mengikuti suplemen2 segerrr (tasqif contohnya)....

Berikut jadwal seleksi peserta:
-     Test tertulis                           : 13 dan 14 April 2012 (dipilih)
Jum'at>
Gel 1: 14.00-15.30
Gel 2: 16.30- 17.30
Sabtu>
Gel 1: 10.00- 12.00
Gel 2: 13.30- 15.30
                                                
-     Pengumuman test tertulis    : 15 April 2012
-     Test interview                       : 23- 25 April 2012

Further information:
Agus Huri : 085277194231
Nurmalita  : 08566077815

_Semangat dan Ceria bersama RPK UKMI Ar- Rahman_