“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya” kata orang Indonesia.
Ironis jika hari ini lihat keadaan Negara ini. Berbagai masalah menimpa, bencana mengguncang, ekonomi tumbang, dan hukum pun dicincang.
Yang paling memalukan adalah tingkah laku para penegak hukum di Negara ini. Kisruh antara KPK dan POLRI yang katanya perseteruan antara cicak dan buaya, sudah cukup membuat masyarakat bingung. Kalau dicermati kasus ini merupakan perwujudan dan mentalitas para pemimpin bangsa hari ini. Budaya korupsi yang sangat mengakar ini menjadi teramat sulit untuk dibasmi dan dicabut dari Negara ini. Baru saja kita mulai merasa sedikit lega dengan adanya badan yang mampu mengungkap berbagai kasus korupsi di Negara ini. Namun apa yang kita lihat hari ini? Banyak sekali upaya untuk mengguncang gerakan pemberantas maksiat ini.
Sang pemberantas maksiat ini coba digoda dengan hal yang harusnya mereka berantas (KPK dicoba dengan suap). Kita tidak memersoalkan siapa yang salah atau benar biarlah mereka dengan kesadaran hati nurani mereka sendiri yang mengungkap ini semua.
Apakah tindakan yang dilakukan penegak hukum di Negara ini sudah menghargai jasa pahlawan?? Pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa ini – dengan merelakan harta bahkan nyawa- pasti akan berduka melihat realita hari ini. Betapa hari ini tidak dihargainya perjuangan mereka.
Cita-cita besar para pahlawan untuk membebaskan bangsa ini dari penjajahan telah dikhianati oleh pewaris negeri ini. Betapa sia-sia perjuangan pahlawan kita, karena sebenarnya Negara ini masih terjajah. Masih terjajah korupsi. Kalau begini terus kapan kita akan menjadi bangsa yang besar?? Karena kita bukan bangsa yang menghargai jasa pahlawannya!!
“sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah nasib mereka sendiri” Q.S. Ar-Ra’d: 11
Negara ini masih punya harapan. Jika masih ada orang-orang yang mau berubah kita yakin Negara ini bisa berubah. Mulailah kita kikis dan hilangkan budaya korupsi dari hal-hal kecil di sekitar kita. Kalau bukan kita siapa lagi??
Sekarang sebagai seorang mahasiswa, yakinlah bahwa kitalah orang-orang yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin dan penegak hukum yang ada hari ini. Persiapkanlah diri kita untuk menjadi pemimpin-pemimpin dan penegak hukum yang jujur. Jangan berikan sedikitpun tempat untuk korupsi.
JANGAN BIARKAN PAHLAWAN TERUS BERDUKA
[Adri Agustian/ Kimia 08, tulisan ini diambil dari tulisan yang terbit di mading UKMI Ar-Rahman edisi pahlawan]
DAN PAHLAWAN PUN BERDUKA
Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED
|
|
0 komentar :
Posting Komentar