Home » » KARENA KITA ADALAH AKTIFIS DAKWAH

KARENA KITA ADALAH AKTIFIS DAKWAH

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED

(Ketum Periode 2010/2011 Sarianto; tamegawa@gmail.com)
Pernah saya berpikir dan mengungkapkan apa yang saya pikirkan kepada seorang ikhwah, “enak ya mungkin bagi mereka(mahasiswa) yang tidak memiliki amanah sebagai ADK di sini. Tidak seperti kita yang tidak hanya memikirkan kuliah semata tetapi banyak amanah dakwah yang harus diselesaikan.” Dengan jawaban yang cukup menguatkan ikhwah tadi menjawab, “belum tentu akhi, mungkin mereka malah iri dengan aktifitas kita dan memiliki banyak teman di berbagai fakultas tidak seperti mereka.”
Saya kemudian tersadar bahwa itu sangat benar. Sebelum saya masuk di dunia dakwah kampus, juga ada rasa iri seperti yang diucapkan oleh ikhwah teman saya tadi. Ternyata dunia dakwah ini meberi kenikmatan luar biasa. Misalnya, setelah mengadakan suatu training atau dauroh yang sukses besar dengan menyiapkan dengan perjuangan ekstra, ada kepuasan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Apalagi demi memperoleh Syurga Allah SWT yang telah dijanjikan-Nya dan Allah Maha Menepati Janji.
Walaupun kita tahu perjalanan dakwah tak selamanya sunyi. Ada ujian yang dating melanda ada perangkap menuju mangsa. Ada banyak problematika dakwah yang harus segera kita selesaikan sebagai aktifis dakwah.
Kita semua tahu, hari ini tidak semua kader memiliki ghirah Jihad Fii Sabilillah. Tidak seperti Utsman r.a. yang rela mengorbankan seluruh hartanya untuk kepentingan Jihad. Mungkin kita juga tidak tahu bahwa ada seorang ikhwah yang rela mengurusi tujuh kecamatan yang letaknya sangat berjauhan dan akhirnya ikhwah tersebut meninggal di perjalanan. Ia adalah ustadz Irfan (Sukabumi). Ironisnya, ada kader manja yang serba tidak bisa disuruh apapun. Dengan berbagai alas an. Kita mafhum bahwa kita semua memang memiliki kesibukan. “waktu yang tersedia tidak kan cukup untuk melaksanakan amanah-amanah kita.” Tapi, untuk yang balasannya Jannah-Nya Allah, apakah antum relakan ke orang lain? Tak berminatkah antum dengan syurga?
Lakukanlah inovasi. Jangan jadi kader melempem tak berdaya guna. Upayakanlah agar kita bisa bermanfaat bagi jamaah kita. Ada beberapa ikhwah yang mempunyai binaan berlebih. Mintalah satu kelompok saja agar bisa kita ringankan beliau. Jangan bilang belum bisa. Kalau tidak pernah mencoba, kapan bisanya? Tapi janganlah jadi kader yang spesialisasinya pembubaran halaqoh. Ketika binaan datang, dia tidak datang dan ketika dia datang binaan tidak datang. Halaqoh bukanlah permainan petak umpet. (Sholikhin Abu Izuddin)
Jadilah kader yang ketika membina mampu menjadi pemantik bagi ghiroh pribadi maupun binaannya. Kader yang ketika binaan sekadar melihat wajahnya saja, mampu menambah ketaatannya. Ingatlah bukan dakwah yang membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah. Karena itu adalah kewajiban dari Allah, artinya dakwah itu sunnatullah bagi manusia. Dakwah itu yang membedakan kita dengan ciptaan Allah yang lain. Namun, jika merasa tidak butuh dakwah, maka berbuatlah sesuka hati. Dan Allah akan siap menggantikannya dengan orang yang lebih sholeh.
Seorang kader dakwah itu nilainya lebih utama daripada seribu orang ammah (Hasan Al Banna). Jika antum keluar dari amanah kader dakwah, maka antum tak lain dari seribu orang ammah yang tak lebih baik dari seorang kader dakwah.
“sesungguhnya Allah telah membeli dari orang mu’min diri dan harta mereka dengan syurga.” (At-Taubah(9):111)
Wahai kader dakwah, maksimalkan potensimu untuk kemajuan dakwah. Kita pikirkan ummah, laksanakan amanah, jadikan rasul sebagai qudwah hasanah, raih kemenangan dakwah, demi menuju indahnya jannah. Allahuakbar……….
Jangan pernah takut, antum tidak khan sendirian di jalan dakwah (Ustadz Surianda). Insya Allah ada yang akan senantiasa menguatkan. Rapikan shaf kita, eratkan gandengan tangan, jangan mengeluhkan kekurangan. Yakinlah Allah tak khan memberi ujian di luar batas kemampuan kita. Jadikan diri berdaya guna di mana saja. KARENA KITA ADALAH AKTIFIS DAKWAH…..


1 komentar :

  1. multi amanah adalah suatu ke- mutlak- an.
    see..
    http://penulismudasukses.blogspot.com/2011/01/mari-bicara-tentang-kita-dakwah-kampus.html

    BalasHapus