Home » » Adakah kita diantaranya?

Adakah kita diantaranya?

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED


Contoh-contoh semangat persaudaraan yang berkurang:
  1. Hilangnya semangat saling menasehati. Mereka tidak menganjurkan melakukan kebaikan dan tidak ,emcegah perbuatan munkar. Barangsiapa melihat kesalahan pada saudaranya, ia harus menasehatinya. Barangsiapa melihat kebaikan pda saudaranya, ia harus memotivasi dan mendorong untuk berbuat kebaikan lebih banyak.
  2. Hilangnya semangat mengenal, memahami dan membantu. Jika ia bersahabat denga saudaranya, ia tidak mengetahui apa yang disuka dan tidak disuka, apa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan saudaranya. Jika ia melihat saudaranya membutuhkan bantuan, ia tidak membantu dan tidak disampingnya, jika saudaranya meminta bantuan, ia menghilang.Jika saudaranya ingin meminjam uang, ia tdak memberi pinjaman.
  3. Hilangnya sikap saling memaafkan jika terjadi kekeliruan diantara mereka. Mereka saling tidak mampu melupakan kesalahan dan tidak mampu berprasangka baik.
  4. Hubungan yang lemah. Hubungan mereka hanya ada ketika mereka bertemu.
  5. Ketika terjadi perselisihan diantara mereka, mereka saling buang muka. Mereka tidak merasa perlu berdamai karena pihak yang benar, merasa tidak perlu meminta maaf dan pihak yang salah merasa bangga dengan dosanya. “Seoran tidak boleh bersikap tidak acuh pada saudaranya sampai selama tiga hari. Mereka saling bertemu tapi saling buang muka. Maka yang terbaik diantara mereka adalah orang yang memulai mengucapkan salam (Sapaan hangat).” (HR. Bukhari,5613)
  6. Membenci kebaikan yang didapat oleh saudaranyadan mengharapkan keburukan untuk saudaranya.
  7. Perpecahan dan perselisihan yang tumbuh dalam serikat bisnis. Setiap pihak mengaku sebagai yang benar hingga mereka saling memakan harta mereka dengan cara yang bathil. Mereka saling menuduhdengan penipuan dan kecurangan. Jika mereka menerapkan adab keislaman dan menerapkan system yang berlaku dalam serikat bisnis, maka mereka akan mendapatkan kebaikan dan saling menjaga hak-hak mereka.

Contoh-contoh kelemahan hubungan seorang dai dengan Allah:
  1. Selalu lupa dan menghindari perintah Allah
  2. Menganggap remeh waktu-waktu sholat sehingga sering melaksanakannya diakhir waktu
  3. Kurang memperhatikan Al-Qur`an, baik dalam membaca, merenungi, atau menerapkannya ajarannya. Contoh tidak memperhatikan Al-Qur`an yang paling tegas adalah meninggalkannya. Makna meninggalkan Al-Qur`an adalah tidak mau memahaminya, tidak menerima pengaruhnya, dan menelentarkan mekjizatnta yang sejati, yaitu sebagai sumber spritualitas, kekuatan, dan motivasi diri bagi setiap individu. Allah berfirman, “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al-Qur`an) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui mengetahui apakah al-kitab (Al-Qur’an) dan apakah iman itu. Tetapi Kamu menjadikan Al-Qur`an itu cahaya yang Kami tunjuki dengan Dia orang Kami kehendaki diantara hamba-hamba Kami. Sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk ke jalan yang lurus.” (QS. Asy-Syura:52). Al-Quran adalah sumber iman yang paling penting, “Ketika dibacakan ayat-ayatnya kepada mereka, maka ima mereka menjadi bertambah.” (QS. Al-Anfal:2)
  4. Banyak keinginan dan orientasi hati yang terpecah hingga tidak dapat menntukan tujuan yang sejati. Keinginan itu sering terjebak oleh hal-hali yang yang juga diinnginkan oleh para pengejar dunia. “Orang yang cita-citanya adalah akhirat, maka Allah menjadikan kekayaan ada didalam hatinya, kepuasan dan dunia akan datang kepadanya dengan mudah. Orang yang cita-citamya adalah dunia, maka Allah akan menjadikan kemiskinan ada dipelupuk matanya, kehilngan rasa puas, dan dunia hanya datang kepadanya sesuai dengan yang ditentukan untuknya.” (Shahih Al-Jami’,6510)
  5. Hilangnya sifat wara’ dan rasa takut karena sikap berani melanggar larangan Allah, “Jadilah orang yang wara’ maka engakau akan menjadi orang yang paling banyak beribadah!” (Shahih Al-Jami’, 4580)
  6. Tidak memperhatikan kehalalan makanan dan minuman. Jika hubungan seorang hamba dengan Allah melemah, maka jiwany kehilangna dorongan ima yang mencegahnya dari syahwat dunia. Dengan demikian, ia akan terjerumus pada kecenderungan mencari harta yang syubhat, kemudian terjerumus pada keharaman. “Akan datang suatu masa dimana orang tidak lagi peduli dengan apa yang ia dapatkan: apakah halal tau haram.”
  7. Tidak konsisten dijalan ketaatan dan hidayah. Ia tidak peduli lagi pada ajaran agama dan tidak berkeinginan mempertahankan perbuatan baik. Ia justru selalu sibuk mengumpulkan kekayaan dunia.
  8. Meninggalkan ibadah malam (qiyamulail). Ibadah malam adlah bahan bakar dakwah. Dengan ibadah malam seorang dai akan membekali dirinya dengan keikhlasan. Ia akan selalu memperbaharui janjinya pada Allah dan selalu bersandar pada-Nya. Ia akan selalu meminta kekuatan dari Allah untuk membantunya melaksanakan tugas yang mulia ini.  

(Dikutip dari “Dai Juga Manusia” judul asli: “Sulukiyat Khati`ah ‘ala Thariq Ad-Dakwah”) -Muhammad Abduh)


0 komentar :

Posting Komentar