Home » » Bacalah

Bacalah

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED

“Barang siapa menafsirkan Al Qur’an dengan sesuka hatinya maka ia telah menyediakan satu kursi di neraka.” (Al Hadist)
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Semoga tulisan ini tidak sampai melanggar batas-batas hukum syariat.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW adalah “bacalah”, sekali lagi “bacalah”.
Mengapa tidak, “dirikanlah shalat”, “beribadahlah”, atau “sembahlah”, atau mengapa juga bukan “sujudlah” ?
Sampai-sampai malaikat Jibril As mengulangi perkataan “bacalah” sebanyak tiga kali ketika menyampaikan wahyu itu kepada nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad yang saat itu tidak mengetahui baca tulis kenapa tiba-tiba disuruh membaca. Cukup aneh bukan ?
(bagi saya sangat). Mengapa tidak dengan kata atau kalimat yang lain saja. Pasti “bacalah” ini memiliki keutamaan tersendiri mengapa Allah meletakkannya sebagai pembuka ayat suci Al Qur’an. Tidak cukup pada ayat pertama saja, di ayat ketiga Allah mengulangi kembali perintah “bacalah” ini.
Lantas dengan penuh takzim saya simpulkan bahwa perintah pertama dari Allah untuk umat Islam adalah “membaca”. (Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan dengan ini mohon memberikan petunjuknya kepada saya yang ilmunya sepinggangpun tak sampai, saya hanya mencoba membahas dengan kacamata saya).
Pentingnya membaca ini tidak lain dan tidak bukan merupakan suatu titik tolak bagi suatu perubahan yang besar, zaman. Dari zaman kegelapan yang diselimuti dengan kebutaan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah (tidak mengenal Allah) menjadi zaman yang diterangi dengan ilmu dan dapat membaca kebesaran Allah.
Pada ayat pertama, Allah berfirman “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan.”
Pada ayat kedua Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakanNya dari segumpal darah.
Pada ayat ketiga Allah menyebutkan kembali kata “bacalah” diiringi dengan “dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”.
Dari ayat pertama dan kedua dapat saya tangkap suatu makna bahwa kewajiban membaca agar manusia membaca ilmu Allah yang terdapat dalam Al Quran, agar manusia tahu bahwa Allahlah yang telah menciptakan manusia, sehingga manusia tidak perlu mencari tuhan-tuhan yang lain selain Dia, dan juga sebagai penguatan bahwa manusia sesungguhnya memang benar-benar diciptakan oleh Allah dan berasal dari Allah. Tidak berasal dari makhluk luar angkasa, apalagi berasal dari bangsa kera. Allah telah memberikan beberapa petunjuk dalam Al Quran untuk manusia, untuk apa petunjuk tersebut.
Supaya manusia membaca.
Allah mengajarkan berbagai hal pada manusia lewat ayat-ayat Al Quran; tata cara hidup sampai ilmu tentang hukum alam yang pasti tak akan dapat dipahami manusia biasa tanpa melakukan pengkajian mendalam. Ayat tentang ilmu alam tersebut tak akan berarti apa-apa jika manusia tidak mengerti cabang ilmu yang dapat menjelaskan ayat tersebut atau apa sebenarnya yang dijelaskan ayat tersebut. Nah inilah maksudnya mengapa Tuhan pertama kali memerintahkan kepada manusia untuk membaca. Sampai disini saya beri suatu poin tentang tujuan membaca adalah agar manusia mendapatkan pengetahuan tentang sesuatu.
Dari ayat ketiga Allah mengulangi kata “bacalah” dan disambung dengan “dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah.” Melalui ayat ini Allah memberitahukan bahwa sesungguhnya Tuhan itu Maha Pemurah. Ayat ini secara tersirat memberikan motivasi kepada manusia bahwa dalam penelusuran terhadap alam manusia pasti akan menemukan kesulitan-kesulitan, namun Allah kembali mengulangi perintahnya lagi “bacalah”. Bacalah, galilah, dan berusahalah terus jangan mudah putus asa dan pantang menyerah, karena Allah Maha Pemurah dan Dia akan membantu manusia dalam mengembangkan pegetahuan manusia. Pemurah berarti Allah juga menginginkan mahluknya agar berbuat baik terhadap sesama manusia. Tidak sombong karena pengetahuan yang telah didapatkannya. Tetapi karena mengingat betapa Pemurahnya Allah maka manusia tersebut mempergunakan ilmunya demi kemakmuran bumi ini.
Dari satu, dua, tiga ayat tersebut secara keseluruhan Allah memerintahkan manusia untuk membaca dan pantang menyerah dalam menggali pengetahuan, dan dilanjutkan agar manusia tidak sombong, tidak lupa, tidak ingkar kepada Tuhannya ketika ia telah memiliki pengetahuan itu. Allah memerintahkan agar pengetahuan yang ada pada manusia dimanfaatkan untuk hal-hal kebaikan yang berguna bagi orang banyak.
Seorang muslim yang teguh dan paham agama akan memiliki semangat juang yang tinggi dalam menuntut ilmu yang ia bidangi. Dengan ilmu tersebut dan mengharap ridhanya Allah SWT ia akan memakmurkan bumi ini dan bermanfaat buat kemaslhatan orang banyak.
Kalau kita adalah orang yang berkomitmen dengan agama ini pastinya perintah pertama dari ayat pertama yang diturunkan oleh Allah telah menjadi ibadah keseharian bagi kita. So...
MARI MEMBACA KARENA UMAT INI ADALAH UMAT PEMBACA (SEJATI)
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
oleh : Syarif Hussein Sirait


0 komentar :

Posting Komentar