Home » » KANTIN ILMY

KANTIN ILMY

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED



Assalamu’alaikum Wr. Wb... Sahabat UKMI Ar-Rahman yang dirahmati Allah...
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena karunia dan nikmat – Nya masih kita rasakan hingga saat ini. Salah satunya nikmat melihat dan berkumpul dengan orang shaleh.. Dengan melihat, Sahabat dapat mengetahui isi dari artikel singkat ini dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan berkumpul dengan orang shaleh, akan membawa diri kita menuju jalan ta’at kepada Allah SWT.
Shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan selalu keharibaan junjungan alam Nabi Muhammad SAW. Dengan bershalawat dan mengikuti sunahnya, mudah – mudahan kita semua diakui sebagai umatnya di hari kemudian. Karena hanya umatnya lah yang akan mendapatkan syafaatnya dengan izin Allah SWT. Amin..
Sahabat UKMI Ar-Rahman yang dirahmati Allah.. Salah satu cara atau tips untuk memelihara iman agar tidak hilang dari dalam hati kita adalah berkumpul dengan orang shaleh. Karena tidak ada orang shaleh yang mengajak kepada jalan menuju kesesatan.. Bagaimana caranya untuk dapat berkumpul dengan orang shaleh dan baik – baik ? Secara sederhana, dapat kita lihat dari aktifitasnya sehari – hari. Baik itu dari dalam diri dan diluar kepribadian orang tersebut. Dari dalam diri, sudah tentu sifat – sifatnya. Dari luar kepribadian, dapat dilihat cara bergaul dan tempatnya biasa berkumpul.
Nach... berkaitan dengan tempat berkumpul, salah satu Departemen UKMI Ar – Rahman Universitas Negeri Medan yaitu Departemen Akademik dan profesi (Akpro) mengadakan acara tempat berkumpul yang insyaallah bermanfaat bagi para Sahabat UKMI Ar-Rahman. Yaitu acara KANTIN ILMY (Kajian Rutin Ilmy). Yang diadakan beberapa waktu lalu. Berikut adalah liputan acaranya :
Hari                 : Jum’at
Tanggal         : 11 November 2011
Jam                  : 16.30 – 17.37
Pemateri       : Pindi Patana, M.si  ( Dosen USU, lulusan Univ of Goentingen,     jerman )
                Tema               : ADK ( Akademi dan Dakwah OK )

Pengajian rutin tersebut dihadiri oleh 70 peserta. 24 Ikhwah, dan 46 akhwat. Melihat dari jumlah yang hadir, sepertinya antusias para akhwat lebih tinggi dibanding para ikhwanya. Itulah keimanan, tidak memandang siapa kita. Pria atau pun wanita, sama dihadapan Allah. Hanya tingkat keimanan yang membedakannya.
Pesan atau ringkasan dari acara tersebut yaitu:  
Menyeimbangan antara prestasi akademik ( Kuliah ) dan aktivitas dakwah. Karena, dakwah wajib dan menuntut ilmu juga wajib.” .
            Dakwah, merupakan warisan Rasulullah SAW yang harus terus menerus dijaga oleh umatnya. Dakwah adalah kewajiban setiap muslim, mengatakan hal yang baik itu baik, yang salah itu salah. Tiada pencampuran antara yang hak dan yang batil. Kita adalah bagian dari dakwah, seluruh apa-apa yang Allah karuniakan kepada kita adalah bagian dari dakwah, bagaimana kita berbicara, melihat, tersenyum, berpakian, berjalan, adalah bagian dari dakwah. Dakwah tak terbatas hanya di bibir saja, tak terbatas hanya sekedar  ceramah, taujih, daurah, liqo’ah,  mentoring, rapat dan sebagainya yang sering kita “identikkan” dengan tugas dakwah.
Yaa..itu dakwah, tapi bagian dari dakwah. Dakwah itu luas, tersenyum  dakwah, menyapa itu dakwah, bicara yang baik itu dakwah, semua yang kita lakukan akan bernilai  dakwah jika niatnya mengajak kepada kebaikan dan mengharap ridho Allah.
Termasuk  pula dengan akademik. Ia juga adalah ladang dakwah yang harus  disemaikan biji-biji kebaikan dan perbaikan. Tak banyak memang kader yang bisa menggarap ladang ini dengan baik. Tapi tak begitu sedikit pula kader yang berhasil menyemai bahkan semaiannya kini telah tumbuh besar dan menghasil buah yang siap untuk dipanen. 
Secara individu, seorang aktivis dakwah kampus harus tawazun, seimbang antara peran da'awi, peran siyasi, dan akademik. Artinya, seorang aktivis dakwah kampus harus memiliki kemampuan dakwah dan tarbiyah, kemampuan mengusung perubahan di masyarakat, tanpa mengurangi prestasi akademik. Bahkan kalau perlu justru meningkatkan prestasi akademik, karena sejatinya dakwah itu adalah teladan. Disatu sisi akademik adalah bagian dakwah kita kepada orangtua, dosen dan teman-teman yang ada disekitar kita. Seorang da’I yang baik secara akademik akan lebih mudah untuk menjadi teladan bagi mad’unya. Seorang mad’u yang telah bersimpatis kepada seorang da’I tentu akan mempermudah jalan sang da’I  untuk berdakwah kepadanya. Diposkan oleh Chemist Muslim


1 komentar :

  1. siiip, mantap!


    dakwah, tak hanya tilawah bareng, denger pgjian breng, tapi mknanya lebh dari itu.
    let's think deeply, smartly
    :)

    BalasHapus