Oleh: Nurhasanah
Sidabalok
Staff Dept. RPK 2011-
2012
“Nun
mati bertemu ya, ayo apa hukum bacaannya?”
“Mmmmh,
berapa tahunkah jatah mahaasiswa UNIMED diakui
di kampus?”
“Last
question, apa jargon kampus kita yang lagi hangat2nya digosipin?”
Beberapa pertanyaan di
atas bukan menjadi bahasan kita kali ini. Namun jawaban dari pertanyaan2 itu
bisa jadi hanya akan didapatkan di acara mentoring. Mentoring? Apaan siih? Check it out…
Secara bahasa,
mentoring berasal dari bahasa Inggris mentor yang artinya penasehat.
M. Ruswandi dan Rama
Adeyasa (2007), menyatakan bahwa mentoring merupakan salah satu sarana
pembinaan Islami (Tarbiyah Islamiyah) yang di dalamnya ada proses belajar-
mengajar yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepribadian Islam.
Dengan kata lain,
mentoring adalah proses kegiatan belajar mengajar secara konsisten dan
berkesinambungan secara berkelompok dalam kurun waktu tertentu. Setiap kelompok
memiliki seorang mentor ( penasehat utama dalam kelompok) dan mentee (peserta
mentoring). Kegiatan ini biasanya dil
Nah selanjutnya, apa
sih urgensi mentoring ini?
Ridwansyah Yusuf Ahmad,
seorang tokoh LDK nasional dalam artikelnya
mengatakan bahwa mentoring sangat penting karena sebenarnya ia adalah
proses untuk “akselerasi kedewasaan”. Kedewasaan ini, sangatlah luas, bisa
jadi, kedewasaan dalam memahami Islam,kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan
kompetensinya, kedewasaan dalam mensikapi masalah, kedewasaan dalam memilih
keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul- mengenal karakter manusia.
Luarbiasa ternyata efek
mentoring. Sederhana memang, namun lihatlah hasil yang diciptakannya. Seseorang
yang mungkin dahulunya masih belum bagus solatnya berangsur- angsur membaik.
Mereka yang dahulunya lebih mengedepankan ego, namun setelah mengikuti
mentoring mampu menahan diri dan berlapang dada. Hingga mereka yang pada
awalnya tidak bersemangat untuk kuliah, namun setelah ikut mentoring semakin
termotivasi untuk memperdalam ilmu pengetahuannya. Dahsyat bukan!
Mengingat manfaat yang
besar ini, beberapa perguruan tinggi sudah menerapkan mentoring sebagai salah
satu penentu dalam penilaian mata kuliah agama. Seperti halnya di universitas
negeri Semarang, dimana mata kuliah agama yang 3 SKS dibagi menjadi 2. 2 SKS
diadakan dalam kelas bersama dosen agama, dan 1 SKS lagi dalam kegiatan
mentoring yang dibimbing langsung oleh para mentor dari Tutorial Pendidikan
Agama Islam (TPAI). Tidak hanya di Unnes, kampus besar seperti UGM juga telah
menerapkan hal ini.
Nah, bagaimana dengan
di kampus kita? Universitas Negeri Medan yang punya jargon The Character Building University?
Unit Kegiatan Mahasiswa
Islam (UKMI) Ar- Rahman Unimed juga memandang pentingnya penerapan mentoring
ini. Sebagai UKM Islam yang legal tentu saja memiliki kelebihan tersendiri
dalam upaya mengelola pelaksanaannya. Untuk itu, UKMI Ar- Rahman telah melaunchingkan satu program khusus yang
dikenal dengan nama ICL (Islamic Character Learning). Badan Semi Otonom dari
UKMI ini memiliki berbagai program kerja yang salah satunya adalah mentoring.
Kegiatan ini sudah berlangsung lama dan berhasil merekrut mahasiswa muslim
kampus yang benar2 ingin memiliki hidup lebih baik. Tidak hanya menjadi cerdas
dalam agama namun juga peka terhadap lingkungannya.
Mahasiswa yang telah mengikuti mentoring dari UKMI merasa sangat bersyukur. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa dahulunya dia sangat sulit untuk menerima kenyataan yang ada jika bertentangan dengan harapannya dan sangat sulit untuk memaafkan orang lain. Nah, setelah mengikuti mentoring tiap minggunya dia merasa hatinya begitu lapang untuk menerima apapun yang telah diberikan oleh Allah dan sedikit demi sedikit mau memaafkan kesalahan temannya. Subhanallah.
Kisah lain, Hana (bukan
nama sebenarnya) mengatakan bahwa mentoring telah member banyak perubahan pada
dirinya. Yang biasanya selama ini sering menggerutu akibat berbagai problema di
kampus, namun akhirnya lebih sering berbicara setiap kejadian dari sisi positif.
Yah, karena di mentoring dia sudah bercerita banyak dengan teman2 satu
kelompoknya yang berasal dari berbagai latar belakang berbeda yang memberikan
banyak masukan kepadanya. Apalgi dengan adanya keberadaan mentor (penasehat)
yang mengalirkan kata2 penyejuk jiwa. Subhanallah.
Satu lagi, Diva (bukan
nama sebenarnya) juga mengalami perubahan luarbiasa setelah mengikuti
mentoring. Diva yang sejak SMA terkenal tomboy dan tidak mengenakan jilbab
akhirnya memutuskan untuk merubah sikap dan penampilannya. Butuh proses yang
panjang tentunya hingga dia benar2 mampu bersikap layaknya seorang wanita dan
berpenampilan layaknya seorang muslimah. Siapapun pasti heran dengan perubahn
yang terjadi pada dirinya. Benar sekali, tidak ada yang tahu apa rencana Allah
dibalik setiap kisah dan perjalanan.
Hidup yang lebih baik
adalah impian semua orang. Hal itu juga yang dituntun oleh tauladan sepanjang
sejarah, baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam yang mengatakan bahwa
“seseorang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang yang celaka,
yang sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi, dan yang lebih baiak
dari hari kemarin adalah orang yang beruntung”. Bercita- cita dan berupayalah
untuk menjadi orang yang beruntung. Mentoring yang berisikan materi agama, ilmu
social, serta penjagaan keberjalanan ibadah adalah salah satu cara yang tepat
untuk kita yang ingin memilki hidup lebih baik. Mentoring bukan segalanya,
namun segalanya bisa bermula dari mentoring. Perubahan- perubahan yang dialami
oleh mereka yang mengikuti mentoring tentunya tidak semata- mata hasil dari
bentukan mentor (penasehat) ataupun mentee2 (para peserta mentor ), namun tidak
lebih dari hidayah yang disampaikan Allah lewat media mentoring. Semoga terinspirasi
untuk mengikuti mentoring! (07/02san)
Galau bro? Mentoring yo’!
Hubungi:
ABDURRAHIM : 085762406550
DIMAS PRAYOGO : 082370791127
REZA AGUSTI :085374253815
REZA AGUSTI :085374253815


Membahas seputar Film,anime,review,photoshop,dan Tips&trik
BalasHapus