Mentoring yang Indah
Mulailah hidup ini bangkit dari keterpurukan. Setelah lama tak disirami cinta kasih sang murobbi. Gersang, kering, dan layu. Begitulah sulitnya yang kurasakan. Ada saja kejadian yang Allah berikan. Itu semua bagai kejutan di siang bolong.
Awalnaya aku tak menyangka Allah menggagalkan ku di SNMPTN lalu, tapi itulah yang ku alami, aku gagal. Kegagalanku ternyata membawa berkah, aku masuk bimbingan untuk SNMPTN di ADZKIA. Adzkia adalah tempat terindah yang pernah ada dalam hidupku. Tempat yang memberi warna baru. Di disana aku tak hanya belajar untuk persiapan SNMPTN, tapi lebih dari itu, tentang arti hidup dan indahnya persaudaraan. Aku mengenal sosok-sosok baru yang sebelumya tak ku kenal, mereka adalah tentor-tentor terbaik yang pernah ku kenal. Mereka menganggap muridnya seperti adiknya sendiri. Mereka dengan ikhlas mengajari kami dari pagi sampai matahari terbenam alias maghrib tiba.
Ada tentor yang ku sayangi, Aisyah namanya, dia adalah tentor sejarah yang cantik dan penyayang, dia mengajakku mengikuti mentoring yang ia bina di USU, aku pun mengikutinya, inilah pengalaman pertama mengikuti mentoring dan memiliki murobbi yang luar biasa. Dalam kelompok mentoring itu, aku bertemu dengan kakak baru yang bernama Ema dan 2 temannya, kami pun memulai kegiatan mentoring yang menyenangkan dan indah itu di masjid dakwah USU. Alangkah bahagianya lagi kala mereka mendoakan yang terbaik dalam hidupku, agar aku diterima di SNMPTN kali ini. Hanya kata aamiin yang keluar, dan hatiku berdoa moga Alloh mengabulkannya. Aku juga berharap para malaikat yang hadir di majelis ilmu itu juga mengamininya. Karna ku tahu, ada banyak malaikat yang mengepakkan sayapnya dalam majelis ilmu. Mengaji bersama kak Aisyah adalah satu warna baru yang ku dapatkan, walaupun itu hanya berjalan sebentar saja, tapi aku sangat bahagia.
Warna baru lainnya adalah temen-temen sejawat baru, yang sama-sama udah pernah mengalami kegagalan. Mereka adalah temen-temen yang penuh semangat juang yang tinggi, yang penuh optimisyang tinggi, mungkin karna sudah pernah mengalami kegagalan, jadinya begitu sangat menghargai waktu. Semangat itu pun makin menjunjung tinggi kala setiap paginya kami membacakan afirmasi dahsyat adzkia yang isinya :
AFIRMASI
InsyaAlloh saya pasti bisa kalau saya mau
Dan saya punya kemauan yang sangat kuat
Alhamdulillah setiap hari saya semakin sehat
Semakin semangat
Semakin rajin
Dan Semakin pintar
Alhamdulillah
Semua yang saya perlukan sudah ada pada diri saya
Aku tahu Aku yakin
Aku mau Pasti BISA
Dan aku mampu
Luar biasa!!!
Kata-kata afirmasi itu menancap tajam di hati dan pikiran ku, hingga semua ujian tulis yang ku ikuti pun lulus semua, berputar 1800 dari gagal jadi lulus. Alhamdulillah…
“ Hingga kemudian kegagalan-kegagalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup.”
Nb : 1 kutipan di akhir cerita di ambil dari bunga rampai.
oleh : Atikah Sarayah
0 komentar :
Posting Komentar