Kantin ilmi
Jurnal Ilmiah
Bersama: Bpk. Drs.
Zulkifli Simatupang, M.Pd
Rabu, 9 Mei 2012 @ Aula
Mesjid Unimed
Pemateri
kali ini berasal dari Biologi dan sekarang menjabat sebagai sekretaris LPM
Unimed, beliau memaparkan bahwa Jurnal ilmiah digunakan sebagai suatu bukti
yang didalamnya terkandung tulisan-tulisan Ilmuan (Artikel) dimana penulis
artikel tersebut mestilah scientist. Meninjau fungsi bahwa Mahasiswa harus
dijauhkan dari Plagiat atau bahasa kerennya CoPas, J.
Pasti tidak jarang pada beberapa tugas dimana referensinya tidak jelas,
sehingga tidak bisa dipertanggung jawabkan keilmiahannya. Dibandingkan dengan
Skripsi, Jurnal lebih Fokus pada inti masalah/ tanpa pengantar yang panjang.
Tips
yang diberikan Bapak Drs. Zulkifli Simatupang, M.Pd dalam menulis adalah
memulai dari masalah. Jurnal ilmiah maksimal 10 Halaman. Semakin baik jurnal
jika semakin sedikit jumlah halamannya.
Jurnal Ilmiah terdiri
dari:
·
Judul (yg berbeda dengan Skripsi)
·
Nama penulis
·
Abstrak
·
Pendahuluan
·
Metode
·
Hasil
·
Diskusi
·
Kesimpulan
·
Reference
Ada beberapa alasan mengapa menulis
artikel di jurnal ilmiah. Pertama,
penulisan artikel di jurnal ilmiah memiliki bobot kredit yang tinggi. Kedua,
hasil pikiran kita dapat diketahui dan dipahami oleh kalangan yang lebih luas.
Di samping dimaksudkan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, hal ini juga
dimaksudkan agar kita memperoleh masukan/balikan dari mereka. Apabila dianggap
layak, tulisan kita tersebut juga dapat dijadikan rujukan atau data sekunder
dalam penelitian lain. Ketiga,
beberapa tulisan kita dalam jurnal ilmiah dapat menjadi suplemen referensi
dalam perkuliahan, baik mahasiswa di UNIMED maupun mahasiswa dari perguruan
tinggi lain. Keempat, penulisan artikel di jurnal ilmiah juga dimaksudkan
untuk membangun individual (dan syukur-syukur institutional) expertise. Ketika
orang tidak pernah “publish” orang lain tidak akan pernah mengenalnya;
sebaliknya dengan mempublikasikan diri melalui tulisan, orang lain akan
mengenal kemampuannya. Hal ini pada gilirannya mempermudah terbentuknya
jaringan kerja(network) akademisi dan/atau ilmuwan demi kemajuan ilmu
dan teknologi. Kelima, dengan
menulis artikel kita “terpaksa” harus membaca banyak referensi, dan hal ini
membuat pengetahuan kita bertambah secara signifikan. Di samping itu, dengan
menulis artikel kita juga “terpaksa” harus rajin meng-update referensi yang
dimiliki karena akanmerasa malu kalau
referensi yang digunakan tergolong usang. Keenam, efek samping dari
mempublikasikan diri melalui tulisan di jurnal ilmiah adalah datangnya “rejeki”
yang antara lain berupa kesempatan untuk berbicara di forum-forum ilmiah. (Joko Nurkamto, Penulisan Artikel
Untuk Jurnal Ilmiah)
Wallahua'lam Bishawab
ok ok..
BalasHapusyuk, aplikasi terus!