SAYA SIBUK
Pernahkan kita menjumpai seorang sahabat yang saat kita minta bantuan menjawab : "SAYA SIBUK"? Atau bahkan diri kita sendiri kerap kali mengatakan : " SAYA SIBUK, jadi afwan tidak bisa ikut acara A, acara B, acara C". Tanpa sadar kalimat ini secara tidak langsung telah menghancurkan diri kita, menghancurkan kepercayaan pihak lain terhadap diri kita.
Usahakan sesibuk apapun diri ini, jangan sampai kemudian mengeluarkan alasan "SAYA SIBUK". Dua suku kata ini akan mengamputasi kemampuan yang ada dalam diri kita. Adalah sangat menyedihkan diri kita sendiri, apabila dengan ringanya kita mengatakan "SAYA SIBUK" dalam setiap permintaan bantuan yang mendekati kita.
Entah
apa jadinya peradaban umat manusia ini apabila semua personal
mengatakan "SAYA SIBUK", seakan semuanya sudah beres dan terlepas dari
berbagai tanggung jawab keumatan.Personal yang dalam dirinya tidak berusaha untuk mencoba memanajemen diriniya sehingga dapat mengatur ritme kehidupanya menjadi lebih bermakna.
Pribadi-pribadi
yang selalu menggunakan "SAYA SIBUK" juga akan kehilangan berbagai
moment yang sangat berharga. Ingatlah bahwa apabila ada pihak luar
membutuhkan dirinya, maka seharusnya kita semua bersyukur kepada Allah. Ternyata keberadaan kita dimuka bumi inidibutuhkan juga oleh pihak lain. Dan yang terpenting bahwa dengan kita menjadi solusi akan problem atau amanah pihak lain nantinya akan mengundang rasa ke Maha Pemurahan Allah akan kesulitan yang kita alami.
"SAYA SIBUK" juga akan memotong habis Rahmat Allah, karena secara tidak sadar telah
membentengi diri dengan menolak sebuah permintaan bantuan dari pihak
lain dan lebih memilih aktivitas yang menurut dirinya jauh sangat
bermakna. Dan yang sangat kecil nilainya apabila yang dipilih hanya
untuk kepentingan sempit pribadi.
Betapa
banyak sudah disuguhkan contoh bahwa mereka yang sanggup membuang dua
kata "SAYA SIBUK" kemudian lahir kembali menjadi pribadi-pribadi yang
mempunyai kemashlahatan bagi peradaban ini.
Hidup bukanlah seperti "0"
dan "1", apabila sudah mempunyai agenda, kemudian menolak agenda
berikutnya. Sejatinya karunia kemampuan akal yang Allah berikan agar
kita mengatur agenda yang awal dan yang datang belakangan. Perlunya seni
mengatur yang pada akhirnya membuahkan sebuah KARYA besar yang saling
menguatkan bukan menegasikan.
Apabila
24 jam waktu yang Allah karuniakan kepada kita, kita hanya sibuk dalam
mengurusi urusan peribadi dan tanpa ada 1 detik pun membahas kepentingan
umat, bisa jadi ada yang salah dalam diri kita.
Belum
ada kata terlambat untuk membuang "KATA SIBUK" dalam diri kita, mulai
hari ini apabila ada seruan yang membutuhkan bantuan kita mari kita
jawab " SAYA SIAP dan SAYA USAHAKAN".
Telah dipublikasikan awal oleh : www.islamedia.web.id

Sesibuk apapun dirimu usahakan senantiasa membantu/tidak menghiraukan orang lain.
BalasHapus