Home » » Make a History in Your Life, not Just a Story - Faith and Action

Make a History in Your Life, not Just a Story - Faith and Action

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED



 "Belajar Menulis, Belajar Berkomuniksi Efektif"
Oleh : Justianus Tarigan (RPK UKMI/FBS/2010) 


Bahasa adalah salah satu anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada manusia. Bahasa menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk hidup lainnya. Manusia dapat menggunakan bahasa lisan dan tulisan dalam berkomunikasi, sedangkan makhluk hidup lain tidak bisa. 

Ilmu bahasa menyatakan ada empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa ini berhubungan satu sama lain. Orang yang pendengarannya bermasalah (tuli) akan berimbas pada keterampilan berbicaranya (bisu). Dengan demikian, belajar membaca dan menulis secara normal pun juga terhambat.

Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa merupakan keterampilan yang paling tinggi tingkatannya. Hal ini dikarenakan menulis merupakan muara dari ketiga kemampuan berbahasa. Keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca dapat diejawantahkan dalam kemampuan menulis.

Kemampuan menulis tidak bisa disepelekan. Menulis ini merupakan proses kreatif. Dikatakan demikian karena menulis sebenarnya mengaktifkan kerja otak untuk berpikir dan mencari ide yang ingin ditulis. Selanjutnya, ide ditemukan diteruskan untuk merangkainya menjadi deretan kata-kata penuh makna yang membuat pembaca terpesona.

Menulis terdengar gampang namun sulit mengerjakannya. Banyak di antara kita yang suka bercerita tapi tidak suka menulis. Padahal jika cerita itu dituliskan akan menghasilkan sebuah tulisan. Tulisan itu akan dapat berguna untuk waktu yang panjang karena sudah terekam dalam lembaran-lembaran kertas (kertas digital).
Menulis memang harus dilatih atau dibiasakan. Kemampuan menulis akan terlahir jika terus diasah. Seorang penulis hebat tidak akan mampu menelurkan karya hebatnya jika belum pernah menghasilkan tulisan yang jelek. Selain berlatih, asupan gizinya yang lain adalah membaca. Dari membaca terserap informasi baru. Kemudian dituangkan lagi menjadi sebuah tulisan.

Zaman teknologi informasi sekarang, informasi menjadi hal yang penting. Menyampaikan informasi, menulis dan membaca menjadi hal penting. Bukti konkretnya adalah status yang tertulis di jejaring sosial. Apakah di facebook, twitter, Instagram, BBM, dan sebagainya. Pentingnya informasi ini membuat dan mengajak orang untuk membacanya. Setelah dibaca kemudian ada hasrat untuk menuliskan balasannya. Mungkin sebuah pengapresiasian atau mungkin juga dalam bentuk yang lain.

Yang terpenting adalah bagaimana mengefektifkan kemampuan menulis ini. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa menulis harus dilatih untuk mendapatkan hasil terbaik. Jadi, tidaklah salah jika kemampuan menulis dilatih dari hal yang kecil, yakni menuliskan sebuah status di jejaring sosial. Namun perlu digarisbawahi walaupun menulis status bersifat subjektif tetapi sebagai penulisnya juga harus jeli memilih tulisan yang ingin ditulis di jejaring sosial tersebut. Dalam artian tidak sembarang tulisan yang dituliskan. Namun, jika ingin lebih mendapatkan hasil maksimal, gunakan blog pribadi sebagai arena penyampai tulisan.
Sebagai penutup, mari menebar informasi (kebaikan) lewat tulisan. Mari menulis, mari mengabadikan diri. Terima kasih. (Justianus Tarigan/Basastrasia Unimed 2010)


1 komentar :