Home » » Beyond The Horizon

Beyond The Horizon

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED



“Kadang hidup tak sesuai dengan yang kita inginkan, namun Sang Sutradara lebih tau apa yang kita butuhkan”.
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) adalah wadah bersatunya lembaga-lembaga dakwah kampus di Nusantara. Dan pertemuan ini bukan hanya “temu kangen” antar LDK se-Nusantara.  Namun memiliki tujuan yang sangat penting untuk membentuk cendikia-cendikia muslim yang berjiwa visioner, mandiri, profesional dan siap memberikan perubahan dan berkontribusi nyata kepada masyarakat, sehingga membentuk mereka menjadi masyarakat yang madani. Dan tujuan FSLDK Indonesia tidak hanya berhenti sampai membentuk generasi madani, tapi juga memberikan perubahan secara nyata kepada bangsa dan Negara ke arah yang jauh lebih baik, ke masa depan yang lebih gemilang.
Berbicara masalah perubahan, FSLDK Indonesia memiliki perhelatan akbar yang mana disana akan berkumpul seluruh aktivis-aktivis Lembaga Dakwah Kampus (LDK) terbaik dari seluruh tanah air. Dan di perhelatan akbar itu pula para aktivis LDK akan melahirkan visi besar untuk membangun bangsa Indonesia menuju arah yang lebih baik. Perhelatan akbar itu dinamakan Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN), yang diadakan dua Tahun sekali. Saat ini, FSLDKN telah dilaksanakan sebanyak 16 kali, setelah FSLDKN XVI di ITB Bandung dan tahun ini FSLDKN ke-17 akan dilaksanakan di bumi khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat pada tanggal 20-22 Februari 2015. Tuan rumah FSLDKN ke-17 kali ini diamanahkan kepada LDK yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat, yaitu Badan Kerohanian Mahasiswa Islam Universitas Tanjungpura (BKMI UNTAN) dibantu dengan beberapa LDK yang berada di kota Pontianak. BKMI UNTAN beserta FSLDK mengusung tema “Beyond The Horizon” sebagai tema utama pada FSLDKN ke-17 kali ini dengan harapan FSLDK Indonesia bisa memberikan ide-ide pemikiran yang baru dan kontribusi yang nyata dalam menciptakan generasi dan bangsa yang madani. Tidak lupa juga sang tuan rumah menargetkan peserta dapat mencapai 1500 orang dari seluruh delegasi LDK di Indonesia. Akan tetapi peserta yang hadir lebih kurang 900 orang kader LDK se Indonesia tidak sesuai dengan yang ditargetkan.
Ada yang menarik dan menjadi topik hangat ketika keberangkatan pada tgl 19 february 2015 seluruh ADK se Indonesia menuju FSLDKN Pontianak, yang pada saat itu mayoritas peserta FSLDKN berangkat dengan menggunakan pesawat Lion Air, akan tetapi pesawat tersebut mengalami delay beberapa jam bahkan ada peserta yang terlantar sampai 12 jam di bandara, aksi menyandera salah satu pimpinan Lion Air dan demo pun terjadi di bandara Internasional Soekarno-Hatta,  gangguan jadwal pesawat Lion Air tersebut berlaku pada seluruh bandara di Tanah Air penyebabnya adalah beberapa pesawat mengalami kerusakan karena menabrak burung. Tentu saja ini menjadi kekecewaan bagi setiap penumpang pesawat dan peserta FSLDKN yang terjebak delay. Layaknya seorang aktivis Dakwah Kampus tentu harus mengambil satu nilai lebih pada kejadian tersebut, karena dakwah ini butuh perjuangan dan kesabaran dalam melintasinya. Terkait ini Rahmat atau musibah dari Allah SWT namun kami berperasangka baik terhadap-Nya.

Acara FSLDKN XVII secara umum terbagi menjadi dua kelas kegiatan, yaitu kegiatan syiar beserta  sekolah LDK  dan kegiatan sidang FSLDKN yang di laksanakan di Gedung POLNEP. Hal itu berarti  setiap perwakilan atau delegasi aktivis LDK yang dikirim akan terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok yang fokus untuk ikut dalam kegiatan sidang, dan mereka yang secara fleksibel untuk ikut dalam kegiatan syiar dan sekolah LDK.  Kedua panel kegiatan tersebut sama-sama dilaksanakan pada tanggal 20-22 Februari 2015 di Auditorium UNTAN, mereka hanya akan bertemu di agenda pembukaan dan penutupan FSLDKN XVII.
Grand Opening FSLDKN ke-17 dimulai pada tanggal 20 Februari 2015 di Auditorium UNTAN. Pada grand opening ini, panitia akan menyajikan sajian opening  berlatarkan festival kebudayaan yang siap menyajikan keragaman budaya yang ada di Indonesia. Yakni tarian tiga etnis dayak, china, dan melayu yang dipersembahkan oleh mahasiswa UNTAN, angklung yang di persembahkan oleh komunitas pencinta angklung Pontianak.  Setelah Acara pembukaan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan seminar Internasioanl dengan tema “Peluang dan tantangan dakwah kampus di era Asean Community 2015” pada hari pertama dengan pemateri Ust. Bachtiar Natsir, Dirut BI Kalbar, dan Tokoh inspiratif Indonesia.
Pada tanggal 21 Februari 2015 atau hari kedua dari kegiatan syiar dilanjutkan dengan seminar pendidikan karakter, dengan tema “Mahasiswa Berintegritas Pembangun Bangsa” pada pagi harinya pukul 08.00 s/d 11.30 wib, dan Seminar umum dengan tema “Tuntutan dan peran keluarga muslim dalam membangun bangsa di panggung publik” di siang harinya pukul 13.00 s/d 15.30 wib, yang di isi oleh ustad Harjani, LC,MA dan mbak Asma Nadia penulis beberapa novel best seller yang salah satu novelnya adalah “Assalamualaikum Beijing” kemudian Seminar pendidikan karakter diisi oleh Asep Sapaat, Rektor UNTAN yang diwakilkan oleh PR III, dan bapak H. Sutarmidji, SH.M.hum Walikota Pontianak. Sedangkan pada tanggal 22 Februari 2015 atau hari terakhir FSLDKN ke-17 acara akan ditutup dengan satu seminar Aktivis LDK dengan tema, “FSLDK membangun integritas Mahasiswa untuk siap berkontribusi menyongsong Indonesia yang Madani”, serta dilanjutkan dengan aksi simpatik untuk Palestina dari masjid raya Mujahidin menuju bundaran tugu Digulis UNTAN dan Grand Closing FSLDKN ke-17 di Aula Masjid Mujahidin yang baru diresmikan oleh Presiden Indonesia di kota Pontianak. Serta pengumuman hasil sidang yang mengamanahkan UNS Solo Raya sebagai PUSKOMNAS 2015-2017 dan UNRI Riau sebagai tuan rumah FSLDKN XVIII 2017 dengan uang pendaftaran peserta mereka beri discon.
FSLDKN ini bukan juga sekedar ceremonial atau peringatan saja, Indonesia madani adalah pegejawantahannya.
Dan sebagai pengantar penutup dari saya, pastikan setiap perbuatan diawali dengan niat karena Allah dan dibarengi dengan sikap totalitas, kemudian usahakanlah yang terbaik agar kita menemukan akhir yang indah. Bayangkan jika setiap LDK di Indonesia memiliki visi Indonesia Madani. Insya Allah bila kita terus berusaha, usaha-usaha kita itu akan menuai hasilnya. Kemudian akan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah perdaban Islam. Jangan pernah berhenti berjuang keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. Tentu tak salah jika pepatah mengatakan “sesuatu itu akan terasa sangat indah jika sudah menjadi sebuah kenangan”. Selamat tinggal West Borneo dan bertebaran lah para aktivis dakwah kampus mengabdilah pada negeri ini dan agama mu, jangan pernah berhenti berjuang, kecuali setelah kedua kaki manapak di surga-Nya. Ya, hingga kita dikumpulkan di taman-taman surga.! Allahu Akbar…!
                                                                           Pontianak, 20 february 2015.
        Ramli Kelana Koto


0 komentar :

Posting Komentar