Selamat datang
Ramadhan. Bulan perbaikan dan iman. Bulan Pengampunan dan Ar-Rahman. Bulan berhiasnya Jannah (Surga). Bulan penuh Berkah bagi
setiap insan. Maka lihatlah di pinggir-pinggir jalanan, berjejer orang-orang
menjajakan dagangannya untuk mereka yang tidak sempat memasak menu berbuka
dirumah karena harus mencari nafkah. Bulan yang didalamnya berhembus ruh,
karena ialah bulan kemengangan. Bergembiralah orang-orang didalamnya, menghidupkan
malamnya dengan mengikuti imamnya.
Tidakkah kita selama ini merindukan Ramadhan? Sudah
saatnya kita melepas baju kemaksiatan dan berenang di Sungai Ramadhan untuk
menghadap kepada Rabb pencipta alam semesta memohon ampun atas dosa-dosa yang
terlewat. Dan Allah akan mengenakan pakaian keridhaan kepada hambanya serta
memberi ganjaran berkali-kali lipat setiap satu kali menjalankan perintahnya.
Hati berpuasa dari prasangka-prasangka buruk. Lisan
berpuasa dari godaan untuk membicarakan hal-hal buruk dari saudara sendiri.
Mata berpuasa dari melihat hal-hal yang tidak semestinya dilihat. Kaki berpuasa
dari tempat-tempat yang tidak seharusnya dikunjungi. Maka, berenanglah di
sungai Ramadhan untuk membersihkan segala dosa-dosa yang ada pada diri.
Menyelam untuk menghilangkan kehausan akan dahaga yang rindu ketemu dengan
Rabb-nya. Sesekali duduk ditepi sungai sembari melakukan hal-hal yang
mendekatkan diri; berdzikir, sedekah, atau menyapa orang-orang yang lewat hilir
mudik sekedar untuk menyambung silahturahim
Sunguh istimewa bulan Ramdhan. Ia tidak hanya mengajarkan
untuk menahan lapar dan haus di dahaga pada siang hari yang terik namun ia juga
memberitahukan bahwa ada diluaran sana orang-orang yang begitu menderita.
Menahan dahaga ditengah kondisi negara yang sedang perang, atau ditengah
kondisi negara yang jarak subuh ke magrib berkisar 20 jam. Agar engkau menjadi
orang yang selalu membantu saudaramu sesama Muslim.
Bagi bulan Ramadhan ada kehormatan tanpa celaan. Tidak
ada gihbah (membicarakan keburukan orang lain), adu domba, tidak ada
prasangka-prasangka buruk terhadap sesama saudara muslim, tidak ada kata-kata
kotor dan tidak ada yang marah-marah. Karena pada bulan ini, semua akan
berberganti dengan lantunan Ayat-ayat Cinta dari Yang Maha Cinta. Akan berganti
dengan dzikir dan istighfar.
Hanya ada dibulan Ramadhan, ku lihat orang-orang
berbondong-bondong pergi ke masjid dengan pakaian yang rapi nan elok seolah-olah
berlari-lari kecil untuk mengejarkan saat imam berkata “Allahu Akbar”.
Anak-anak kecilpun ikut menyemarakan masjid dengan berlomba-lomba mengambil
shaff paling belakang. Kala itu, masjid-masjid menjadi ramai kembali, membawa
rezeky tersendiri bagi para petugas parkir.
Bergembiralah orang-orang yang menahan dahaga seharian
penuh menunggu saat berbuka puasa bersama keluarga, atau teman sejawat di
kantor. Tak luput dengan orang-orang yang berbuka ditengah jalan, mereka
membawa rezeky tersendiri untuk pedagang asongan yang menyediakan sebotol air
mineral pembatal puasa. Karena Allah telah menyiapkan pengampunan dan waktu
yang mustajab untuk berdoa. Berbahagialah saat bertemu dengan Rabb saat itu Ia
telah mengampunkan dosa-dosamu
Salam untuk mereka yang berlomba-lomba dalam kebaikan di
bulan Ramdhan seakan memahami inni adalah Ramadhan terakhir mereka.
Salam untuk mereka saat terbitnya fajar dan tetap tamak
terhadap ganjaran Allah swt. Salam untuk mereka saat datangnya waktu berbuka,
mereka duduk dihadapan hidangan Tuhan Yang Maha Pengampun. Memohon pahala atas
apa yang mereka lakukan sepajang siang.
Dan salam untuk mereka yang tetap ikhlas dan istiqomah
melakukan perbuatan-perbuatan yang diseru oleh Rabb-nya dengan rasa kecintaan.
Semoga Allah ridho atas apa yang dilakukan di ramadhan tahun ini.
Salam dari insan yang
Miskin akan Ilmu
*Terinspirasi dari Buku
berjudul Berteduhlah di Taman Hati oleh Dr. Aidh bin AbdullahAl-Qarni
Medan,
06 Juni 2016
Dwi
Anggriani Tarigan, Pend. Antropologi 2013
Universitas
Negeri Medan

0 komentar :
Posting Komentar