BERENANGLAH DI SUNGAI RAMADHAN

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED


Selamat datang Ramadhan. Bulan perbaikan dan iman. Bulan Pengampunan dan Ar-Rahman. Bulan berhiasnya Jannah (Surga). Bulan penuh Berkah bagi setiap insan. Maka lihatlah di pinggir-pinggir jalanan, berjejer orang-orang menjajakan dagangannya untuk mereka yang tidak sempat memasak menu berbuka dirumah karena harus mencari nafkah. Bulan yang didalamnya berhembus ruh, karena ialah bulan kemengangan. Bergembiralah orang-orang didalamnya, menghidupkan malamnya dengan mengikuti imamnya.
            Tidakkah kita selama ini merindukan Ramadhan? Sudah saatnya kita melepas baju kemaksiatan dan berenang di Sungai Ramadhan untuk menghadap kepada Rabb pencipta alam semesta memohon ampun atas dosa-dosa yang terlewat. Dan Allah akan mengenakan pakaian keridhaan kepada hambanya serta memberi ganjaran berkali-kali lipat setiap satu kali menjalankan perintahnya.
            Hati berpuasa dari prasangka-prasangka buruk. Lisan berpuasa dari godaan untuk membicarakan hal-hal buruk dari saudara sendiri. Mata berpuasa dari melihat hal-hal yang tidak semestinya dilihat. Kaki berpuasa dari tempat-tempat yang tidak seharusnya dikunjungi. Maka, berenanglah di sungai Ramadhan untuk membersihkan segala dosa-dosa yang ada pada diri. Menyelam untuk menghilangkan kehausan akan dahaga yang rindu ketemu dengan Rabb-nya. Sesekali duduk ditepi sungai sembari melakukan hal-hal yang mendekatkan diri; berdzikir, sedekah, atau menyapa orang-orang yang lewat hilir mudik sekedar untuk menyambung silahturahim
            Sunguh istimewa bulan Ramdhan. Ia tidak hanya mengajarkan untuk menahan lapar dan haus di dahaga pada siang hari yang terik namun ia juga memberitahukan bahwa ada diluaran sana orang-orang yang begitu menderita. Menahan dahaga ditengah kondisi negara yang sedang perang, atau ditengah kondisi negara yang jarak subuh ke magrib berkisar 20 jam. Agar engkau menjadi orang yang selalu membantu saudaramu sesama Muslim.
            Bagi bulan Ramadhan ada kehormatan tanpa celaan. Tidak ada gihbah (membicarakan keburukan orang lain), adu domba, tidak ada prasangka-prasangka buruk terhadap sesama saudara muslim, tidak ada kata-kata kotor dan tidak ada yang marah-marah. Karena pada bulan ini, semua akan berberganti dengan lantunan Ayat-ayat Cinta dari Yang Maha Cinta. Akan berganti dengan dzikir dan istighfar.
            Hanya ada dibulan Ramadhan, ku lihat orang-orang berbondong-bondong pergi ke masjid dengan pakaian yang rapi nan elok seolah-olah berlari-lari kecil untuk mengejarkan saat imam berkata “Allahu Akbar”. Anak-anak kecilpun ikut menyemarakan masjid dengan berlomba-lomba mengambil shaff paling belakang. Kala itu, masjid-masjid menjadi ramai kembali, membawa rezeky tersendiri bagi para petugas parkir.
            Bergembiralah orang-orang yang menahan dahaga seharian penuh menunggu saat berbuka puasa bersama keluarga, atau teman sejawat di kantor. Tak luput dengan orang-orang yang berbuka ditengah jalan, mereka membawa rezeky tersendiri untuk pedagang asongan yang menyediakan sebotol air mineral pembatal puasa. Karena Allah telah menyiapkan pengampunan dan waktu yang mustajab untuk berdoa. Berbahagialah saat bertemu dengan Rabb saat itu Ia telah mengampunkan dosa-dosamu
            Salam untuk mereka yang berlomba-lomba dalam kebaikan di bulan Ramdhan seakan memahami inni adalah Ramadhan terakhir mereka.
            Salam untuk mereka saat terbitnya fajar dan tetap tamak terhadap ganjaran Allah swt. Salam untuk mereka saat datangnya waktu berbuka, mereka duduk dihadapan hidangan Tuhan Yang Maha Pengampun. Memohon pahala atas apa yang mereka lakukan sepajang siang.
            Dan salam untuk mereka yang tetap ikhlas dan istiqomah melakukan perbuatan-perbuatan yang diseru oleh Rabb-nya dengan rasa kecintaan. Semoga Allah ridho atas apa yang dilakukan di ramadhan tahun ini.
Salam dari insan yang Miskin akan Ilmu

*Terinspirasi dari Buku berjudul Berteduhlah di Taman Hati oleh Dr. Aidh bin AbdullahAl-Qarni
Medan, 06 Juni 2016
Dwi Anggriani Tarigan, Pend. Antropologi 2013

Universitas Negeri Medan


0 komentar :

Posting Komentar