“There is a will so There is a way, Nothing Impossible When God’s Willing” Ungkap Hami, Mahasiswi FMIPA Jurusan Kimia Bilingual ini.
Hamidatun Nisa, perempuan yang berasal dari Deli Serdang,Sumatera Utara ini namanya mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan aktivis kampus dan fakultas MIPA. Hami, panggilan akrabnya, telah terpilih sebagai Mawapres FMIPA tidak hanya mengharumkan nama FMIPA di tingkat UNIMED, beliau juga menjadi mawapres utama UNIMED 2016. Mahasiswi semester enam jurusan Kimia Bilingual ini bertekad kuat untuk menggali ilmu dan mencari pengalaman yang luas dengan mengikuti berbagai kompetisi. “Dengan mengikuti kompetisi atau ajang tertentu maka akan bertemu orang-orang hebat, dan disitulah kita dapat belajar banyak dari pengalaman,” itulah alasan kuat Hami mengikuti ajang Mawapres.
Hamidatun Nisa, perempuan yang berasal dari Deli Serdang,Sumatera Utara ini namanya mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan aktivis kampus dan fakultas MIPA. Hami, panggilan akrabnya, telah terpilih sebagai Mawapres FMIPA tidak hanya mengharumkan nama FMIPA di tingkat UNIMED, beliau juga menjadi mawapres utama UNIMED 2016. Mahasiswi semester enam jurusan Kimia Bilingual ini bertekad kuat untuk menggali ilmu dan mencari pengalaman yang luas dengan mengikuti berbagai kompetisi. “Dengan mengikuti kompetisi atau ajang tertentu maka akan bertemu orang-orang hebat, dan disitulah kita dapat belajar banyak dari pengalaman,” itulah alasan kuat Hami mengikuti ajang Mawapres.
Awal mula ia mengikuti mawapres adalah ingin berkontribusi pada kampus dan memilki banyak pengalaman. Diawali pertemuannya dengan kakak alumni tiga tahun lalu, telah membawa perubahan bagi Hami untuk mengikuti berbagai lomba. Lomba yang diikuti Hami tidak hanya lomba bersifat ilmiah tetapi juga lomba sastra seperti puisi dan cerpen. Ia belajar dari kesalahan sebelumnya untuk tidak pantang menyerah. Ia terinspirasi oleh seorang dosen ilmu pendidikan, diusia 76 tahun masih berkontribusi pada kampus, tubuh yang sehat, dengan pencapaian prestasi luar biasa dimasa muda, masa kecil beliau bukan berasal dari keluarga kaya raya namun bisa sukses pada saat ini. Tidak hanya terinspirasi dari seorang dosen, beliau juga terinspirasi oleh seorang kakak motivator saat ia menduduki semester 1. Yah, mengenal beliau dari mentoring. Kesan yang didapat dari mentoring sungguh luar biasa, tidak hanya melatih kepribadian dan keberanian tetapi juga jalinan silaturahmi antar sesama teman muslimah,Ungkap Hami. Dari mentoring, Hami mulai mengenal UKM-Islam. Disinilah Hami belajar, mulai dari kemuslimahan seperti cara menutup aurat, peran mahasiswa/i dalam kampus, pelatihan membuat karya tulis ilmiah yang baik, berbakti kepada kedua orangtua, bahkan terkait komitmen seorang muslim sejati.
Hami pertama kali mengetahui lebih dalam dan merasa tertarik tentang Mawapres. Hami mengungkapkan bahwa untuk mengikuti ajang Mawapres perlu proses belajar yang lama, karena ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, seperti prestasi, organisasi, pengabdian masyarakat, dan lain-lain. Sehingga, ketika ia merasa tertarik dengan Mawapres, ia mulai belajar dan mulai mengalami proses yang panjang, hingga akhirnya ia dapat mengikuti Mawapres dan terpilih sebagai Mawapres FMIPA bahkan menjadi Mawapres Utama Unimed.
Hami pertama kali mengetahui lebih dalam dan merasa tertarik tentang Mawapres. Hami mengungkapkan bahwa untuk mengikuti ajang Mawapres perlu proses belajar yang lama, karena ada beberapa hal yang harus dipersiapkan, seperti prestasi, organisasi, pengabdian masyarakat, dan lain-lain. Sehingga, ketika ia merasa tertarik dengan Mawapres, ia mulai belajar dan mulai mengalami proses yang panjang, hingga akhirnya ia dapat mengikuti Mawapres dan terpilih sebagai Mawapres FMIPA bahkan menjadi Mawapres Utama Unimed.
Mahasiswi yang juga pernah menjadi kontingen LKTI Nasional ini mengaku tidak pernah menyangka terpilihnya ia sebagai Mawapres Utama Unimed. Ia bersyukur atas apa yang ia capai saat ini. Hami mengungkapkan, hal ini tidak terlepas dari do’a kedua orangtua, do’a teman-teman, bahkan do’a dari kakak maupun adik kelasnya. Meskipun sebenarnya ia tidak memperdulikan kemenangan atau kekalahan yang akan diterimanya, karena menurutnya tugasnya adalah menunjukkan kualitas diri yang dimiiki. Sementara, menang atau kalah adalah hak juri yang menilai.
Selama mengikuti mawapres, pengalaman yang paling berkesan adalah ketika ia telah membuat karya tulis semaksimal mungkin dan ternyata karya tulis tersebut masih kurang di mata dosen penguji. Banyak saingan mawapres dari berbagai perwakilan fakultas yang bagus, karena menjadi mawapres itu juga rezeki, ungkap Hami. Siapapun berhak dan dapat menyandang gelar mawapres asal memenuhi syarat-syarat yang ditentukan.
Saat ini, Hami sedang mempersiapkan hal-hal penting menuju mawapres nasional, mulai dari revisi karya tulis ilmiah, video keseharian, video mengenai karya tulis maupun berbahasa inggris. Bagi Hami, dukungan semangat dari orang terdekat sangat berarti bagi pribadinya. Ia memohon dukungan semangat dan do’a dari teman-teman untuk bisa mempersiapkan hal-hal penting menuju mawapres nasional dengan sebaik-baiknya. (HN)

subhanaalah...
BalasHapuskader ukmi memang top...
spk tentu nya,,,
Alhamdulillah :D
BalasHapus