Home » , , , , , » Untuk Para pejuang dakwah di kampus Unimed

Untuk Para pejuang dakwah di kampus Unimed

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED





------Untuk Para pejuang dakwah di kampus Unimed----

Para mujahid-mujahidah Dakwah yang ana hormati
Para pemimpi, yang yang telah menggoreskan cita-cita tinggi di Dakwah ini
Sahabat Ku, Ikhwa wa akhwat fillah, Seluruh pengurus dan Kader UKMI Ar-rahman yang ana cintai karena Allah

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabaraakatu...

Dari tulisan ini ana berdoa’a semoga antum selalu berada pada suatu titik kemantapan Iman untuk tetap istiqamah menegakkan agama Allah, senantiasa meningkatkan ibadah kepadaNYA dan menjauh dari perbuatan-perbuatan dosa yang yang dibenciNYA. Ada kalimat shalawat terbaik kepada nabi Allah Muhammad yang tiada hentinya kita ucapkan sebagai bukti kecintaan kita kepada beliau.

Akhi/ukhti tulisan ini bukan Taujih untuk antum tapi mudah-mudahan ada secercah kebaikan yang bisa menyentuh hati dan pikiran kita sebagai dasar bagi kita Memaknai Kondisi dan Langkah Dakwah Kampus (UKMI) hari ini.

Antum ingat kalimat ini : “ Kita ini Kader Dakwah bukan Kader Wajihah / Organisasi”. Entah kapan dan siapa kemarin yang memulai mengucapkan kalimat itu. Jujur dari hati, kalau hari ini kita ditanya, apa yang membuktikan kita adalah Kader Dakwah ?

afwan akhi/ukhti antum boleh saja kecewa dengan ana, tafaddhal. Karena ana sampai hari ini sulit untuk menjawab pertanyaan itu. Bahkan melihat ke sekeliling pun untuk mencoba mencari contoh sosok seorang Kader Dakwah sangat sulit akh/ukh. Hari ini kia sudah mulai menjauh dengan aktivitas-aktivitas yang dapat memantapkan ruhiyah, waktu kita malah mulai merasa nyaman dengan aktivitas gak penting yang justru mengundang dosa (menceritakan keburukan saudara kita, mengumpat, bercanda berlebihan dsb). Padahal kita tahu hanya kemantapan Ruhiyah yang akan menjadi sumber kekuatan utama alam menggerakkan dakwah ini
Sahabatku, yang ku cintai karena Allah,.

Dakwah ini pernah menghasilkan suatu generasi manusia, generasi emas bagi perjalanan Dakwah Islam di muka bumi ini, yaitu generasi sahabat. Suatu generasi pilihan sepanjang sejarah Islam yang kemudian kita tidak pernah menemukan kembali generasi semacam itu hingga hari ini. ya benar, pernah ada beberapa gelintir orang dengan karakteristik seperti generasi mulia itu yang dihasikan oleh dakwah Islam. Ini adalah suatu kenyataan yang amat jelas dan harusnya kita renungkan agar kita dapat mengambil Hikmah rahasia keberhasilannya. Ikhwa kalau kita mau mempelajari secara serius kunci keberhasilan generasi tersebut maka akan menjadi modal penting untuk dakwah kita hari ini. Sepintas mungkin kita berpikir, wajar saja generasi emas itu lahir karena memang mereka hidup pada masa yang bersamaan dengan Rasulullah SAW, maka melalui kepiawaian beliau lah lahir generasi emas itu.

Jika keberadaan Rasulullah SAW secara fisik adalah suatu keharusan bagi pelaksanaan dakwah ini, niscaya Allah tidak akan menjadikannya sebagai dakwah untuk seluruh umat manusia, risalah terakhir dan memberi tuntunan petunjuk kapada umat manusia di muka bumi hingga akhir zaman. Allah telah menjajikan bahwa dakwah ini akan terus berjalan setelah wafatnya Rasulullah dan akan mencapai titik keberhasilan. Dengan demikian, keberadaan Rasulullah secara fisik bukan faktor penentu keberhasilan generasi emas itu.

Tapi Ikhwa, ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari keberhasilan generasi pertama tersebut. Pada masa itu Al-qur’an dan As-sunnah benar-benar menjadi sumber rujukan utama mereka. Hanyalah Alqur’an dan Sunnah yang menjadi referensi utama mereka, darinya mereka memetik pelajaran dan dengannya pula meraka ditempah menjadi tokoh-tokoh besar. (dari buku “Petunjuk jalan” karya Sayyid Quthb).

Ikhwati fillah, coba kita lihat kondisi nyata kita hari ini. Sudah sedekat apa kita dengan Alqur’an, seberapa sering kemudian kita menjadikan Alqur’an rujukan utama dalam bertindak? atau seberapa besarnya usaha kita hari ini untuk mempelajari kalam Allah tersebut ? atau ini nih yang paling real kenyataan di aktifis dakwah hari ini : Seberapa istiqamah kah kita hari ini untuk melakukan tilawah akhi/Ukhti ? bukan kah hari ini kita lebih nyaman mengisi waktu luang untuk duduk-duduk di masjid, ngobroli hal yang gak penting, cerita ini itu, bahkan terkadang perbuatan-perbuatan kecil yang tanpa sadar mengundang Dosa.
        
Saudara-saudaraku yang memiliki cita-cita tinggi untuk kemenangan dakwah kampus ini.
      
Ketika hari ini kita selalu kobarkan semangat yang menggebu-gebu dalam untaian takbir dan kerja-kerja dakwah. Apa yang membuat antum hari ini yakin bahwa kemenangan Dakwah Kampus itu pasti kita dapatkan ? Ingat ikhwa, kemenangan itu hanya akan Allah berikan kepada mereka yang pantas mendapatkannya. Pantaskah kita untuk menang ? ketika hari ini kondisinya:

Kita masih belum merasakan betapa pentingnya keseriusan menjalankan dakwah ini
Kita masih senang menghabiskan waktu untuk hal-hal maksiat dan gak bermanfaat
Kita masih sulit untuk Tilawah
Kita masih malas untuk menyempatkan diri membaca buku Islami (mantuba : Sirah Nabawiyah dll)
Kita masih berleha – leha dan sepele dengan waktu
            
Paling parah adalah ketika hari ini kita masih saja mengeluh dan bilang lelah mengerjakan semua ini
Ikhwah wa Akhwat Fillah,para aktivis da’wah. Ketahuilah, ketika antum memilih jalan da’wah, jalan yang mulia, jalan yang ditempuh para Rasul ini, maka sesungguhnya antum adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi salah satu pejuang agama-Nya. Maka jika kalian disibukkan hingga kalian merasa lelah dalam menapaki jalan da’wah ini, jangan khawatir wahai saudaraku, pengorbanan kalian tidak akan pernah disia-siakan Alloh jika kalian ikhlas menjalaninya. Lihatlah Rasulullah dan para sahabatnya juga berkorban yang bisa jadi pengorbanan kita belumlah ada apa-apanya di bandingkan dengan pengorbanan mereka. Mereka harus berkorban waktu, harta, bahkan nyawa. Coba kita lihat pengorbanan kita, sudahkah kita menjadikan setiap waktu kita untuk berda’wah? Sudahkah kita rela untuk menginfakkan sebagian atau bahkan seluruh harta kita untuk berda’wah di jalan-Nya? Sudahkah pengorbanan kita sampai berperang mempertaruhkan nyawa untuk menegakkan kalimat-Nya?

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.
(QS. Ali-Imran: 142)

Entah gimana pandangan antum tentang UKMI hari ini. lewat tulisan ini ana pengen ngajak antum udah saatnya kita buka mata hati dan pikiran untuk melihat kondisi Diri kita masing-masing. udah saatnya kita untuk memantaskan diri, yaaa pantaskan diri dengan segala ciri-ciri kebaikan yang ada hingga kita benar-benar pantas disebut sebagai Kader dakwah bukan Kader wajihah !!! Kita pun sudah sama-sama tahu dan ngerti kalau amanah hari ini kelak akan kita pertanggungjawabkan masing-masing, tapi tetap saja kemudian ada amanah yang harus kita pertanggungjawabkan secara kolektif atas apa yang kita lakukan di Wajihah Dakwah (UKMI) ini, dan ana orang yang akan paling pertama dimintai pertanggngjwaban itu. Maka ikhwa, mulai hari ini kita muhasabah diri, usaha untuk memeperbaiki diri harus benar-benar direalisasikan, karena bukan hal yang mudah untuk ana memastikan satu persatu dari setiap orang yang ada di wajihah ini dalam keadaan yang baik. Dan ingat jangan sampai kehadiran kita hari ini menjadi penghambat keberhasilan dakwah ini.

Ditulis Oleh: Rizky Aditya Nasution
Ketua Umum UKMI Ar-Rahman 2015-2016


2 komentar :