--Untuk
para PEMIMPI, Pemilik Cita-cita Tinggi untuk Dakwah ini--
Ikhwati Fillah,
Saudaraku,
Sahabatku, yang ku cinai karena Allah
....
Bismillahirrahmanirrahim...
Assalamu’alaikum
warrahmatullahi wabaraakatuh...
Lewat tulisan ini ana berdo’a
mudah-mudahan kita tetap menjadi orang-orang yang istiqamah berada pada Jalan
Dakwah ini. Kalimat shalawat dan Salam
terbaik kepada nabi Allah, Muhammad
SAW yang tiada hentinya kita ucapkan
sebagai bukti kecintaan kita kepada beliau. Saat
tulisan ini nyampe ke antum, ana yakin kita semua sedang disibukan pada suatu
Proyek Besar Dakwah yang memaksa kita untuk merelakan sebagian, separuh bahkan
semua yang kita punya untuk di korbankan (Entah
itu tenaga, pikiran, perhatian, waktu, bahkan mungkin Uang dari saku kita).
Ikhwah
fillah,
para aktivis da’wah. Ketahuilah, ketika antum memilih jalan da’wah, jalan yang
mulia, jalan yang ditempuh para Rasul ini, maka sesungguhnya antum adalah orang
yang dipilih oleh Alloh untuk menjadi salah satu pejuang agama-Nya. Maka jika antum
disibukkan hingga antum merasa lelah dalam menapaki jalan da’wah ini, jangan
khawatir wahai saudaraku, pengorbanan kalian tidak akan pernah disia-siakan
Alloh jika kalian ikhlas menjalaninya. Lihatlah Rasulullah dan para sahabatnya
juga berkorban yang bisa jadi pengorbanan kita belumlah ada apa-apanya di
bandingkan dengan pengorbanan mereka. Mereka harus berkorban waktu, harta,
bahkan nyawa. Coba kita lihat pengorbanan kita, sudahkah kita menjadikan setiap
waktu kita untuk berda’wah? Sudahkah kita rela untuk menginfakkan sebagian atau
bahkan seluruh harta kita untuk berda’wah dijalan-Nya? Sudahkah pengorbanan
kita sampai berperang mempertaruhkan nyawa untuk menegakkan kalimat-Nya?
Sahabatku, jangan sampai lelah yang
kita rasakan hari ini akhirnya tidak bernilai sama sekali dan semua pengorbanan
kita sia-sia hanya karena masih adanya terselip penyakit hati dalam hati kita.
Tak bisa dipungkiri Syuro’ yang kita lalui terkadang menyelipkan kekecewaan
hanya karena pendapat kita tertolak, atau mungkin karena adanya perkataan,
sikap atau tingkah laku teman kita yang kurang ahsan. Komunikasi yang terkadang
ribet dan menyisipkan su’udzon dalam diri. Belum lagi banyaknya masalah
terkadang menguras pikiran dan menyulut emosi kita. Akhi/Ukhti, jangan beri
sedikitpun ruang dalam hati dan pikiran kita untuk terselipkan penyakit hati
itu, hingga akhirnya mengakibatkan lunturnya ukhuwah di antara kita, goyangnya
barisan kita, apa lagi kalau sampai merusak bangunan kokoh yang sedang kita
bangun ini. Jadikanlah semua dinamika yang kita alami menjadi suatu proses yang
akan benar-benar mendewasakan kita, yang membuat kita sadar betul betapa
pentingnya Kesatuan Ide dan cita-cita. Ingat... Cita-cita, visa, dan yang kita
mau tuju Cuma satu, Ridho Allah Subhanahu Wata’ala. Semua yang kita punya bersumber
dariNya dan akan kita tujukan UntukNya pula.
Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa
mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar.
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,
menguasai perasaan kami,
memeras habis air mata kami, dan
mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.
Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana
yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada
kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.
Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa
kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,
dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatu pun dari manusia,
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.
Yang kami harap adalah
terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
serta kebaikan dari Allah – Pencipta Alam semesta
Rizky Aditya Nasution
Ketua umum UKMI Ar-Rahman UNIMED 2015-2016

dakwah is love
BalasHapusdan ketika kita cinta kepada sesuatu, maka kita akan berusaha untuk memaksimalkan nikmat yang kita punya demi menjalankan dakwah ^_^
BalasHapus