Episode
dakwah kampus akan terus berlanjut, dalam narasi perjuangan pemuda-pemudi
yang memilih jalan hidupnya berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Para
pemuda-pemudi yang mungkin saja sengaja memilih jalan yang tak dilalui oleh
orang banyak. Mungkin jalan ini juga tak ditengok oleh sebagian mahasiswa yang
disibukkan oleh kegiatan kuliah dan lain-lain atau mengejar perkembangan zaman
yang diidentikkan dengan lifestyle.
Namun,di antara mereka ada pula yang memilih menulis narasi mereka dengan
narasi perjuangan. Sebuah narasi yang kelak akan menjadi tinta emas sejarah,
meskipun pada saat ini belum banyak yang memahaminya. Episode dakwah kampus
adalah serangkaian jalan yang telah dipilih oleh para pemuda-pemudi ini.
Pemuda-pemudi
yang memilih untuk berkontribusi ini, menganggap bahwa saat ini tak ada waktu
lagi untuk mengeluh, meratap, mengutuk kegelapan, mencerca kondisi tak ideal,
dan tak optimis memandang realita. Pemuda-pemudi ini lebih memilih secara
perlahan untuk mengubah lifestyle mereka
yang cenderung sekuler dan materialis. Perlahan tapi pasti, karena perubahaan
itu bertahap, dan perubahan itu adalah sebuah keniscayaan. Karena perubahan itu
adalah keniscayaan, berarti hanya ada dua hal yang menjadi arah perubahan. Arah
perubahan dalam diri manusia hanya ada dua kemungkinan, berubah menjadi lebih
baik atau berubah menjadi semakin buruk. Life
is a choice kawan! Pilihlah perubahan mana yang pantas untuk engkau
pilih lalu engkau tempuh jalannya. Perubahan ke arah lebih baik, kebanyakan
terjadi di usia-usia produktif. Salah satu faktor penyebab perubahan ini adalah
dakwah kampus. Celupan dan sentuhan dakwah kampus merubah pola pikir para
pemuda-pemudi ini, perubahan yang cukup drastis.
Sungguh
beruntung mereka yang telah tersentuh dakwah kampus, lalu kemudian menjadi
pejuang-pejuangnya. Pejuang yang tak kenal lelah. Meskipun kerja-kerja mereka
terkesan monoton, lebih suka kegiatan-kegiatan seremonial. Mungkin inilah yang
perlu dievaluasi di kalangan aktivis dakwah kampus. Aktivis dakwah kampus yang
penulis amatir luar biasa semangatnya untuk perubahan, tetapi substansi dari
dakwah kampus itu sendiri masih sulit untuk dipahami dan dipraktekkan. Meskipun
seperti itu kondisinya, para pejuang-pejuang dakwah kampus ini tetap mampu
menjadi sumber inspirasi.
Dakwah
kampus itu sensasi inspirasi, mampu memberikan sensasi di kalangan akademisi
dan civitas akademika dan pada saat yang sama mampu menjadi sumber inspirasi.
Tiga lini utama dakwah kampus barangkali perlu untuk diketahui dan dipahami
kembali bagi yang sudah mengetahuinya. Lini yang pertama adalah lini da’wi,
lini untuk mencetak kader-kader dakwah kampus yang militan dan kapasitas ilmu
agama yang mumpuni. Lini kedua adalah lini siyasih, selain menghasilkan
kader-kader dakwah kampus yang mumpuni di bidang agama, kader-kader dakwah
kampus tipe siyasih juga dibutuhkan dan perlu dijaga keberlangsungan
regenerasinya. Kader-kader dakwah kampus tipe siyasih adalah mereka para
politikus kampus, para aktivis dakwah yang memiliki kapasitas untuk mengambil
peran di badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa, dan unit-unit kegiatan
mahasiswa lainnya. Lini ketiga adalah lini ‘ilmi, dimana goals dari lini ini adalah mencetak
sebanyak mungkin Dakwah Kampus Permanen (DKP).
Sensasi inspirasi dakwah kampus tidak sampai di situ
saja, karena dakwah kampus sejatinya adalah dakwah yang bersifat original.
Orisinalitas dakwah kampus tak perlu untuk diperdebatkan lagi, sebab dengan
kembali kepada keaslian dakwah akan semakin memacu dan mengakselerasi menuju
tujuan utama dari dakwah kampus itu sendiri. Dalam buku Menuju Kemenangan
Dakwah Kampus yang ditulis oleh Ahmad Atian, setidaknya ada lima poin tentang back to originality. Kelima hal itu
adalah Islam, Tarbiyah, Dakwah, Fiqih Dakwah, dan Manhaj Dakwah. Agar
pemahaman kita semua semakin mendalam terkait kelima hal tersebut, penulis
menganjurkan membaca buku Menuju Kemenangan Dakwah Kampus karya Ahmad Atian dan
buku Fiqih Dakwah karya Al-Ustadz Jum’ah Amin Abdul Aziz.
#salam cinta untuk para pejuang sensasi inspiratif
ABDUL RAMADANI
MANAJEMEN 2012
STAF DEPT.EKSTERNAL UKMI

Allahuakbar !
BalasHapus