Home » » 24 ADAB MENGGUNAKAN HP

24 ADAB MENGGUNAKAN HP

Posted by UKMI Ar-Rahman UNIMED



24 ADAB MENGGUNAKAN HP

(Written by: Alfandy Dahlan Nasution/ Koord. Dept. Humas)

1. Jagalah Selalu Ucapan Salam yang Islami.
Sebagian  manusia  telah  terbiasa  ketika  membuka  percakapan  dalam telepon  (salam pembuka) dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris  yang  maknanya  adalah  ‘selamat  datang‘,  sehingga  dari  sini  mereka  telah  terjatuh kepada sikap taqlid kepada dunia Barat.  Dan  sebagian  yang  lain  menjadikan  salam  pembuka  di antara  mereka  dalam  bentuk celaan, caci makian, dan saling melaknat, mereka tidaklah menempuh  kecuali    dengan      kebiasaan      seperti    ini.  Kemudian       jika   telah   selesai    dari  percakapannya ditutup dengan kalimat ‘selamat jalan‘ atau ‘bye bye‘

Ini semua merupakan bentuk penyelisihian terhadap tuntunan yang diajarkan  oleh Islam, yaitu mengucapkan salam dan senantiasa  menjaganya, baik ketika  memulai (berjumpa) maupun mengakhirinya (berpisah).  Maka   apabila    kalian   memasuki       (suatu    rumah     dari)   rumah-rumah         (ini)  hendaklah kalian memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi  salam)  kepada  diri  kalian  sendiri,  salam  yang  ditetapkan  dari  sisi  Allah,  yang  diberi barakah lagi baik  Dan  dari 

Abu  Hurairah  radhiyallahu  ‘anhu   berkata  :  Rasulullah  shallallahu   ‘alaihi  wa  sallam    bersabda  :  Hak  seorang  muslim  terhadap  muslim  yang  lainnya ada  enam.  Ditanyakan  kepada  beliau:  apa  saja  itu  wahai  Rasulullah?   Beliau    bersabda:      Jika   berjumpa      ucapkan       salam    kepadanya,        jika  dia   mengundangmu penuhilah undangannya, jika dia meminta nasehat kepdamu   nasehatilah dia, jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah maka ucapkan   yarhamukallah, jika dia sakit jenguklah dia, jika dia meninggal maka iringilah   jenazahnya. (HR. Al-Bukhari 1183,  Muslim 2162, dan ini adalah lafazh Al-Imam   Muslim) 

2. Yang Memulai Salam.

 Siapakah yang memulai salam? Si penelpon ataukah yang ditelpon?   Yang  memulai  salam  hendaknya  si  penelepon,  karena  dia  itu  seperti  orang   yang   mengetuk   pintu   rumah   orang   lain   dan   meminta   izin   untuk   masuk.   Sehingga   dia   harus   memulai   pembicaraannya   dengan   ucapan:   ‘Assalamu  ‘alaikum‘  atau  ‘Assalamu  ‘alaikum  warahmatullah‘  atau  Assalamu  ‘alaikum  warahmatullahi wabarakatuh‘.  Maka      yang    ditelepon     pun     hendaknya       menjawab        dengan     mengucapkan:  ‘Wa’alaikummussalam  warahmatullahi  wabarakatuh‘  atau  dengan  jawaban  yang sama persis diucapkan oleh yang memberi salam. 

Apabila  kamu  diberi  penghormatan  dengan  sesuatu  penghormatan,  maka 
balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah 
penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa’: 86) 

Kemudian   si   penelpon   hendaknya   mengenalkan   identitas   dirinya   dengan 
menyebut   nama   atau   julukan/panggilannya   kepada   orang   yang   ditelepon 
tersebut, agar dia (yang ditelepon) tidak merasa kebingungan dengan siapa dia 
berbicara dan apa tujuannya. 

3. Memperhatikan Waktu.

Waktu merupakan nikmat besar yang kebanyakan manusia melalaikannya.Maka  seyogyanya  bagi  seorang  muslim  ketika  berbicara  agar  bicara  dengan  ringkas   dan   seperlunya,   tidak   berpanjang   lebar   sebagaimana   yang   sering  dijumpai dan disaksikan. kecuali jika memang benar-benar sangat butuh untuk   itu.   Ini   semua       dalam      rangka     bersemangat          untuk     menjaga        waktu      yang  merupakan modal engkau di dunia ini.

4. Menjaga Lisan.

Bahaya lisan itu sangatlah besar, kejelekannya tidaklah kecil jika engkau tidak 
bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan lisan ini. Bersemangatlah engkau 
ketika berbicara untuk tidak mengucapkan kecuali kebaikan, tidaklah bertutur 
kata  kecuali  pada  perkara-perkara  yang  positif.

5. Hemat (tidak menghamburkan) Harta (Pulsa). 

         Sebagian orang menyangka bahwa harta yang dimiliki adalah mutlak miliknya  sehingga dia berhak untuk membelanjakan hartanya tersebut untuk keperluan  apapun dan bagaimanapun sekehendak dia. Ini adalah persangkaan yang salah,  karena  harta  itu  pada  hakikatnya  merupakan  milik  Allah,  dan  engkau  adalah 
yang bertanggung jawab dan diberi amanah atas harta tersebut dan kelak akan  diperhitungkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Membelanjakan harta  di luar perkara yang syar’i (menyelisihi syari’at) itu tidak diperbolehkan, maka  ketika seorang muslim bermudah-mudahan membeli pulsa  dan untuk ngobrol  ini  itu  yang  tidak  bermanfaat,  maka  ini  adalah  termasuk  sikap  berlebihan  (pemborosan),          adapun       jika    menggunakannya            untuk      perkara      yang  bermudharat,  maka  ini  termasuk  bentuk  perbuatan tabdzir  yang  Allah  larang  dalam Al-Qur’an.



6. Berhati-hati dari Nyanyian. 

         Kebanyakan  orang  terjatuh  kepada  sikap  bermudah-mudahan  (menganggap  enteng)  untuk  mendengarkan  nyanyian,  walaupun  telah  jelas  dan  gamblang  dalil-dalil  yang  menunjukkan  keharamannya.  Sungguh  ini  adalah  gejala  yang  tidak baik, wal ‘iyadzubillah. 

7. Memilih Nada Dering (ringing tone) yang dibolehkan secara Syar’i .

Seorang  muslim  hendaknya  bersemangat  untuk  menghindari  segala  bentuk  penyelisihan terhadap syari’at yang bijaksana ini dalam segala hal, sampai pun  pada  permasalahan  nada  dering  (ringing  tone)  pada  telepon  (HP/Jawwal).  Barangsiapa yang memperhatikan masalah ini menunjukkan kuatnya iman dia  dan kuatnya upaya  dia dalam berpegang teguh terhadap agama ini. 

Kita perhatikan sebagian orang terkadang menjadikan nada dering teleponnya  berupa  suara  musik  atau  potongan  lagu  dari  para  penyanyi  laki-laki  maupun  perempuan. Ini semua merupakan perbuatan yang tidak diperbolehkan oleh  syari’at yang bijaksana ini. 

8. Menghindari gambar makhluk bernyawa.

         Sesungguhnya  di  antara  perkara  haram  yang  kebanyakan  manusia  dengan 
gampangnya terjatuh ke dalamnya adalah sikap mengikuti hawa nafsu dengan  menggambar   makhluk   bernyawa,   baik   berupa   manusia,   hewan,   burung,  ataupun yang lainnya. 

9. Jagalah Akhlakmu.

Fasilitas   ini  bisa    memberikan       pengaruh       yang    besar    terhadap     rusaknya  kehidupan pribadi dan masyarakat, menganggap perkara yang hina merupakan  perkara  yang  mulia,  disebabkan  jeleknya  dalam  menggunakan  HP  ini,  dan  kemampuannay mengarahkan kepada kerusakan.  Sungguh  sangat  disesalkan.  Berapa  banyak  rumah  tangga  berantakan,  aib  di  dalam  rumah  terbongkar,  dan  kemudian  mereka  terjerumus  ke  dalam  jerat  setan,  antara  membunuh  atau  mencederai  orang  lain.

10. Jagalah Aqidahmu.

         Disebabkan  mudahnya  berhubungan  dengan  orang  lain  baik  luar  maupun 
dalam  negeri  terkhusus  jika  dilakukan  dengan  sarana  internet,  maka  menjadi   mudahlah untuk mengetahui informasi dan keadaan mereka, termasuk aqidah 
kufur  maupun  bid’ah,  yang  kemudian  hal  itu  bisa  berpengaruh  terutama 
kepada  orang  yang  hatinya  berpenyakit  dan  yang  tidak  memiliki  benteng   berupa     dalil-dalil  yang     bersumber       dari   Al-Qur`an     dan    As-Sunnah       untuk   membentengi dirinya. 

Oleh  karena  itu,  wajib  untuk  berhati-hati  dari  bahaya  fasilitas  ini,  terkhusus dalam masalah ini (aqidah), karena ini adalah masalah besar. Bukanlah perkara  yang  ringan  jika  hati  seseorang  terasuki  syubhat  Yahudi,  Nashrani,  Majusi, 
Komunisme, Kapitalisme, Sekulerisme, Sufiyah, Rafidhiyah, dan Hizbiyyah. Kita 
memohon kepada Allah keselamatan. 

11. Jangan Sampai Mengganggu Sesama Muslim.

Sesungguhnya di antara perkara yang wajib untuk  berhati-hati darinya dalam  menggunakan sarana ini adalah perbuatan mengganggu seorang muslim baik  dengan   lisan   maupun   sms.   Sungguh   sebagian   orang   telah   menggunakan  sarana  ini  untuk  tujuan  yang  buruk  seperti  itu.  Di  antara  mereka  ada  yang 
menelepon  pada  saat-saat  akhir  malam, seperempat malam  pada  pukul  01.00  atau  02.00  dini  hari  untuk  membikin  cemas  (mengganggu)  penghuni  rumah.  Di  antara  mereka  ada  yang  menggunakan  cara  lain,  dengan  mengirim  sms  yang  berisi  rayuan, wal ‘iyadzubillah, yaitu dengan mengirim sms kepada sebagian wanita  yang berisi kalimat-kalimat jorok, tidak senonoh, dan disertai gambar-gambar  yang  menjijikkan,  ataupun  juga  gambar  hati  yang  tertancap  padanya  anak  panah, dan berbagai cara lainnya. Wallahul musta’an. 

12. Menghormati Hak-Hak Masjid.

         Sesungguhnya  di  antara  kesalahan  yang  harus  diperhatikan  dan  diperbaiki  adalah   membiarkan   (mengaktifkan)   volume   HP,   yang   bisa   menyebabkan 
terganggunya orang-orang yang shalat dan orang-orang yang berada di masjid  karena suara HP tersebut. (Bahkan yang lebih parah) terkadang suara tersebut  berupa   suara   musik   atau   potongan   lagu   dari   penyanyi   laki-laki   maupun  perempuan.  Maka  (barangsiapa  yang  berbuat  seperti  itu),  di  mana  upaya  dia 
dalam  mengormati  dan  memuliakan  masjid?!  Dan  di  mana  pula  upaya  dia 
dalam mengagungkan nilai ibadah shalat?! 

13. Jangan Engkau Menjadi Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan.

Banyak  pengemudi  mobil  yang  menggunakan  HP  dalam  keadaan  dia  sedang  mengemudi,  dan  bahkan  terkadang  dia  dengan  asyiknya  mengobrol  dengan 
lawan bicaranya di telepon tanpa mewaspadai apa yang akan terjadi padanya  di   tengah   jalan   sehingga   terjadilah   kecelakaan.   Maka   seyogyanya   untuk menonaktifkan HP ketika mengemudi atau  dia minta tolong orang lain untuk  menerima/menjawab telepon yang masuk padanya. 

14.  Awas! Bahaya HP bagi Para Wanita.

         Para  wanita  itu  adalah  orang-orang  yang  kurang  akal  dan  kurang  agamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul  Fithri manuju mushalla, kemudian beliau melewati sekumpulan wanita,
maka  beliau pun bersabda : “Wahai sekalian wanita, bershadaqahlah kalian, karena  sungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni an- nar (nereka)  yang paling  banyak.”  Mereka (para wanita tadi) bertanya: “Mengapa bisa demikian wahai  Rasulullah?” 
Beliau bersabda : Kalian banyak melakukan caci maki dan membangkang pada  suami.   Dan   aku   tidak   pernah   melihat   (manusia)   yang   kurang   akal   dan  agamanya  namun  mempermainkan  akal  kaum  pria  yang  bijak  dari  pada  kalian. 
Mereka (para wanita) berkata : ‘Apa yang dimaksud dengan kurangnya agama  dan akal pada kami wahai Rasulullah?’ 
Beliau   bersabda:   Bukankah   persaksian   seorang   wanita   itu   sama   dengan 
setengah persaksian seorang laki-laki? 
Kami mengatakan : ‘Ya, benar.’ 
Beliau  bersabda:  Itulah  di  antara  bentuk  kurang  akalnya.  Dan  bukankah 
seorang wanita jika haid, dia tidak shalat dan tidak berpuasa? 
Mereka menjawab: ‘Ya, benar.’ 
Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang agamanya. 
(HR. Al-Bukhari 298, Muslim 80) 

Bahaya alat (HP) ini bagi para wanita sangatlah besar, terutama pada sesuatu  yang  bisa  menimbulkan  fitnah  dan  tipu  daya.  Dan  juga  pada  perkara  yang  terkadang  mengejutkan  berupa  kalimat-kalimat  manis,  yang tampak  dari  luar  itu seolah-olah merupakan rahmah (kasih sayang) namun pada hakekatnya itu  adalah adzab. Sebagian wanita terkadang tidak mampu bersikap dengan tepat  ketika  menghadapi  hal-hal  yang  demikian,  bahkan  terkadang  terpengaruh  olehnya. Ini terutama menimpa sebagian pemudi yang sudah mencapai masa  pubertas, yang mereka itu tidak bisa melihat perkara yang bermanfaat/positif  bagi diri mereka sendiri tanpa adanya perhatian dan pengawasan dari orang- orang     yang    mengurusi      (wali-wali)     mereka,     yaitu    anak-anak      yang    tidak  membentengi dirinya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah. 

Memberikan        kesempatan        kepada     seorang     wanita     untuk    memegang HP,  sehingga  HP  tersebut  terus  bersama  dia,  baik  di  kamarnya,  di  jalan,  pasar  dalam  keadaan  tanpa  adanya  pengawasan  dan  perhatian  dari  walinya  dari  kalangan orang-orang yang bertaqwa, sehingga mereka bebas menelepon dan  berbicara dengan siapa saja sekehendaknya, berkawan dengan siapa saja baik  laki-laki  maupun  perempuan,  janjian  dengan  mereka,  kecuali  wanita  yang  memang Allah beri rahmat kepada mereka — , maka ini wahai ummat Islam  adalah peringatan penting.  

Sungguh wanita itu sangat lemah, dia sangat mudah larut dan rusak di tengah- tengah fitnah ini, dan syaithan mempermainkan mereka semaunya. Seruan Penting Kepada Setiap Wanita ‘Afifah (yang menjaga kehormatannya)  Kegembiraan apa yang lebih besar daripada ketika Allah memberikan hidayah  kepada  engkau?  Sungguh  engkau  mendapat  kemuliaan  setelah  merasakan  kehinaan,  ketinggian  setelah  kerendahan,  bagaimana  keadaan  wanita  dahulu  sebelum      masa     Islam     dan    bagaimana       keadaannya        setelah    Islam.  Allah memuliakan wanita, baik ibu, saudara perempuan, anak perempuan, istri, dan  kerabat yang barangsiapa menyambung tali kekerabatan (silaturrahim), maka  Allah  akan  menyambungnya,  dan  barangsiapa  yang  memutusnya,  maka  Allah  akan memutusnya. 

Maka  apakah  yang  diinginkan  oleh  para  penyeru  kebebasan  (emansipasi)  wanita?! Apakah (dengan syariat Islam) ini wanita menjadi terkekang di bawah  agama  Islam?!  Alangkah  buruknya  kata-kata  yang  keluar  dari  mulut  mereka; 
mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta. 

15. Tidak Memberi Kesempatan Kepada Anak Kecil dan Anak yang Memasuki 
      Usia Puber untuk memegang HP. 

         Demikain      juga    termasuk     perkara     yang    penting     adalah    tidak   memberi  kesempatan  kepada  anak  kecil  untuk  memegang  HP,  karena  sesuatu  yang  dipegang  anak  kecil  itu  sering  hilang,  kecurian,  ataupun  yang  lainnya,  dan  mereka tidak mengerti bahaya yang ada pada HP. Demikian pula keadaan anak yang  sedang  memasuki  masa  puber.  Kecuali  disertai  adanya  perhatian  dan peringatan yang keras dari perkara yang bisa menyeret dia untuk terjatuh ke dalam bahaya yang besar karena alat (HP) ini. 

16.Jangan Berbuat At-Tajassus (Mencari-cari Kesalahan/Kelemahan/Kekurangan  Orang Lain). 

         Di  antara  penggunaan  alat  ini  (HP)  dalam  perkara  yang  menyelisihi  syari’at  adalah apa yang dilakukan oleh sebagian orang ketika memanfaatkan alat ini  untuk     berbuat     at   tajassus     (upaya     mencari      kesalahan,      kelemahan,        dan  kekurangan orang lain) demi kepentingan pihak tertentu.  Terkadang sebagian orang tadi merekam suatu pembicaraan  yang dia dengar  dari HP (menyadap) bukan untuk mencari faidah tetapi untuk tujuan mencuri berita  dan  mencari  kesalahan,  kelemahan,  dan  kekurangan  pihak  lain.

17. Berhati-hati dari Beberapa Penyakit Hati: Merasa Dirinya Lebih, ‘Ujub, 
      Bangga Diri, Tertipu, Sombong, Riya’, dan Sum’ah. 

Penyakit-penyakit  tersebut  adalah  termasuk  di  antara  penyakit  berbahaya  yang  menimpa  para  pemegang  (pengguna)  HP,  di  mana  terkadang  seorang  yang   memegang   (memiliki)   HP   itu   pada   dasarnya   tidak   ada   kepentingan (kebutuhan)  dengan  HP  nya,  sehingga  tidaklah  yang  mendorong  dia  untuk membeli dan menggunakan HP itu kecuali  karena didasari sikap bangga diri,  ujub, dan merasa dirinya lebih daripada yang lain, dan seterusnya. 

Terutama   apa   yang   dilakukan   oleh    orang-orang   “yang   selalu   mengikuti  perkembangan zaman”, tidaklah terlihat olehnya HP model baru di pasar (toko)  kecuali  dia  akan  bersegera  untuk  membelinya  dengan  harga  yang  tinggi,  padahal HP-nya yang lama masih dimilikinya. Bahkan terkadang HP yang baru  tadi  tidak  ada  perbedaannya  dengan  HP  yang  lama  kecuali  hanya  bentuk  (model)nya saja atau beberapa fasilitas saja.  Dan yang wajib atas seorang muslim untuk bersikap tawadhu’ dan rendah hati  terhadap saudara-saudaranya sesama mu’minin.

18.  Jangan Merusak Rumah Tangga Orang atau Membuat Fitnah yang Akibatnya   Tidak Terpuji. 

         Sebagian  pengguna  HP  yang  ada  padanya  fasilitas  kamera  telah  sampai  pada  perbuatan   yang   melampaui   batas,   yaitu   mengambil   gambar   (memotret)  pemudi      muslimah       ketika    mereka     tengah     lalai   (tidak   tahu    atau    tidak menyadari).  Para  muslimah  yang  berpakaian  dengan  seenaknya  dan  tidak sesuai  dengan  pakaian  yang  syar’i,  serta  dalam  keadaan  tersingkap  wajah- wajah mereka, diambil gambar (foto)nya ketika mereka pergi dan pulang dari  sekolah. 



19. Hendaknya bagi Wanita Bersikap Malu dan Berupaya untuk Menutup 
     Auratnya. 

Jika  memang  diperlukan  untuk  membawa  HP  keluar  rumah,  kemudian  ada yang menelepon anda dalam keadaan anda masih berada di luar rumah, atau  di  jalan  misalnya,  maka  wajib  bagi  anda  untuk  bersikap  malu  dan  berupaya  menutup  aurat,  juga  rendahkan  suara  anda,  dan  ucapkanlah  perkataan  yang  baik. 

20. Jangan Mengikuti Kuis dengan Segala Bentuknya. 

 Di antara penggunaan HP yang menyelisihi nilai syar’i adalah ikut serta dalam 
apa     yang     dinamakan        dengan      ‘Kuis   berhadiah       dalam      HP’.    Gambaran 
 pelaksanaannya  adalah  operator  memberikan  informasi  kepada  anda  tarif 
 peneleponan  tertentu  (untuk  kemudian  anda  diminta  menghubungi  operator 
tersebut)  atau  anda  diminta  mengirim  sms  dengan  tarif  per-sms  sekian  dan 
sekian,   kemudian   ketika   anda   tepat   dalam   menjawab   pertanyaan   yang 
diajukan oleh operator tadi, berarti anda telah terjun ke dalam persaingan di 
antara   ribuan   penelepon   lain   dari   berbagai   tempat.   Uang   yang   mereka 
 (operator) dapatkan itu adalah hasil dari banyaknya penelepon yang jumlahnya 
 mencapai  berlipat-lipat. 

Ini  adalah  bentuk  penipuan  dan  memakan  harta  manusia  dengan  cara  yang 
 batil, dan juga termasuk ke dalam hukum perjudian. Wal ‘iyadzubillah. 

21. Kepada Siapa Anda Memberikan Nomor Telepon Anda? 

Dan  tolong-menolonglah  kalian  dalam  (mengerjakan)  kebajikan  dan  taqwa,  dan     jangan     tolong-menolong        dalam      berbuat     dosa     dan    pelanggaran.  Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.  (Al-Maidah: 2) 

Wajib atas seorang muslim untuk memilih teman-teman yang baik, yang bisa  menjadi  pembantu/penolongnya  dalam  kebaikan  dan  ketaatan  kepada  Allah  subhanahu wa ta’ala. Teman dan saudara yang seperti itulah yang anda bisa  memberikan  nomor  anda  kepadanya.  Karena  tidaklah  anda  akan  mendapati 
pada mereka kecuali kebaikan dan kesediaannya untuk membantu anda dalam  meraih keridhaan Allah ‘azza wa jalla, dan tentunya mereka pun juga memiliki  adab-adab syar’i yang senantiasa mereka jaga ketika menelepon dan berbicara  dengan anda. 

22. Jangan mengangkat suara melebihi dari kebutuhan.

“Firman  Allah  ‘azza  wa  jalla  :  ‘dan  lunakkanlah  suaramu’,  maknanya  adalah  jangan berlebihan dalam berbicara dan jangan mengangkat suaramu dengan  perkataan  yang  tidak  ada  faidahnya,  oleh  karena  itulah  Allah  berfirman: ‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.’ Al-Imam Mujahid dan  yang  lainnya  mengatakan  :  ‘Sesungguhnya  sejelek-jelek  suara  adalah  suara  keledai, yakni yang paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya  menyerupai suara keledai, di samping itu merupakan sesuatu yang dibenci oleh  Allah   subhanahu   wa   ta’ala   .

23.  Jangan Sekali-kali menutup HP ketika Lawan Bicara Sedang Berbicara, kecuali  jika ada Maslahat yang lebih besar. 

Seorang  muslim  itu  hendaknya  berhias  dengan  akhlak  yang  mulia  dan  sifat  yang agung sebagaimana yang telah dianjurkan dalam syari’at agama kita yang 
lurus.

24.  Jaga Kesehatan.

Di  antara  perkara  yang  wajib  untuk  diperhatikan  adalah  menjaga  kesehatan,  karena  ini  merupakan  salah  satu  nikmat  di  antara  nikmat-nikmat  Allah  yang 
besar  dan  wajib  untuk  dipergunakan  dalam  meraih  keridhaan-Nya. Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang. (HR. Al Bukhari 7049) 

Oleh karena itulah kebiasaan menggunakan HP dan lama dalam berbicara - dan  yang lebih parah dari itu adalah gelombang sinyal yang kuat - terkadang bisa  memberikan  pengaruh  yang  berbahaya  terhadap  manusia  -wallahu  a’lam-.  Maka  berhati-hatilah  darinya  demi  menjaga  keselamatan  (kesehatan),  dan  (nilai) keselamatan itu tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengannya. 

Dan     sekarang      silakan    anda     perhatikan      nukilan     sebagian      tulisan dalam  pembahasan ini berupa bahaya (efek negatif) dari penggunaan HP berikut 

Bahaya (efek negatif) HP terhadap Kesehatan 

Riset  ilmiah  yang  dilakukan  dengan  sangat  teliti  oleh  seorang  peneliti  Saudi  yaitu Dr. Sari’ bin Hamd Ad Dausri - seorang ahli di bidang THT (telinga, hidung,  dan tenggorokan), dan dia adalah kepala lembaga Al-Jum’iyyah As-Su’udiyyah  urusan  THT,  kepala,  dan  leher  -  telah  mengungkap  tentang  hilangnya  indera  pendengaran salah seorang pekerja Saudi sebagai akibat dari penggunaan HP  dengan frekuensi yang sangat tinggi. 

Dr.  Ad-Dausri  menyimpulkan  hasil  penelitiannya  tersebut  ketika  memeriksa  pasien  mobile  klinik  di  RS  Universitas  King  Abdul  Aziz,  Saudi.  Pasien  tersebut  adalah     seorang      pekerja      berusia     empat      puluh     tahun.     Ia   mengeluhkan  pendengaran pada telinga kanannya berkurang selama tiga bulan, di samping  rasa hangat dan rasa sakit di telinga. Dia mengatakan bahwa gejala ini terjadi  ketika  beberapa  menit  menggunakan  ponsel  menit  dan  baru  hilang  satu  jam  setelah menggunakan ponsel. 

Dr. Sari’ menambahkan, bahwa pasien tersebut menggunakan ponsel lebih dari  90  menit  dalam  sehari  dan  tepat  pada  telinga  kanannya.  Hal  itu  berlangsung  selama lebih dari dua tahun. 

Kemudian  dia  rutin  berkunjung  ke  klinik  setiap  tiga  bulan.  Setelah  dilakukan pemeriksaan  medis  secara  seksama,  terlihat  bahwa  pendengaran  berkurang  sekitar  25  desibel  pada  telinga  kanan.  Berkurangnya  pendengaran  tersebut  semakin besar dengan bertambahnya waktu penggunaan  ponsel. Kemudian si  pasien   diminta   menggunakan   ponsel   di   telinga   kirinya.   Setelah   6   bulan  pendengaran        di   telinga   kanan     mulia    membaik.       Telinga    kanan     semakin  membaik ketika pengunaan ponsel dihentikan. Namun ketika diulang kembali  menggunakan   ponsel   pada   telinga   kanan   tersebut,   pendengaran   kembali  berkurang.  Maka  pasien  disarankan  untuk  menggunakan  telepon  biasa  dan  mengurangi penggunaan ponsel, dan mengurangi penggunaan speakerphone,  di  mana  pasien  mengurangi  penggunaan  ponsel  sampai   15  menit  sehari.  Dengan demikian sembulah penderitaannya, namun si pasien tetap mengalami  sedikit penguraan pendengaran selamanya. Dr Ad-Dausari mengungkapkan hal  itu  dalam  sebuah  artikel  yang  diterbitkan  oleh  Organisasi  Kesehatan  Dunia  berjudul “efek ponsel terhadap kesehatan dan perlunya penelitian lebih lanjut”  bahwa      semakin     meningkat       penggunaan       telepon     selular   berarti    semakin  menambah efek biologis dan efek kesehatan. Akibat pajanan terhadap elektromagnetik  mobile  gelombang  perangkat,  atau  menara  transmisi  booster.  Di  mana  penelitian  yang  dipublikasikan  menunjukkan  adanya  efek  kerusakan  kesehatan, seperti: kelelahan, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur.

Mengambil Manfaat dari HP 

1)  Menyambung hubungan dengan keluarga dan kerabat anda (silaturahim). 
2)  Menelepon  para  ‘ulama  dan  bertanya  kepada  mereka  tentang  beberapa 
    masalah yang terjadi. 
3)  Membantu memenuhi kebutuhan anda baik dalam perkara agama maupun 
    dunia. 
4)  Merekam suara bacaan Al-Qur’an, tulisan, dan muhadharah. 
5)  Mengambil manfaat dari situs-situs internet yang bermanfaat. 
6)  Membangunkan orang tidur (misalnya dengan mengaktifkan jam alarm). 
7)  Sebagai  pengingat  jadwal  kegiatan  anda  baik  umum  maupun  khusus,  dan 
    termasuk juga adalah sebagai peringatan telah masuknya waktu shalat. 
8)  Mengetahui keadaan (kabar) seorang alim. 
9)     Dakwah di jalan Allah.  
 


3 komentar :

  1. sering terlupakan, padahal penting.. waiting for the inspired writing again:)

    BalasHapus
  2. assalamualaikum
    syapa pun penulisnya hrs mencantumkn nama ato nama pena jg blh, yr ad yg bertanggung jwb ats tulisn@

    BalasHapus