24 ADAB MENGGUNAKAN HP
(Written by: Alfandy Dahlan Nasution/ Koord. Dept. Humas)
(Written by: Alfandy Dahlan Nasution/ Koord. Dept. Humas)
1. Jagalah Selalu Ucapan Salam yang Islami.
Sebagian manusia telah terbiasa ketika membuka percakapan dalam telepon (salam pembuka) dengan kata ‘Hallo‘. Asal kata ini adalah dari bahasa Inggris yang maknanya adalah ‘selamat datang‘, sehingga dari sini mereka telah terjatuh kepada sikap taqlid kepada dunia Barat. Dan sebagian yang lain menjadikan salam pembuka di antara mereka dalam bentuk celaan, caci makian, dan saling melaknat, mereka tidaklah menempuh kecuali dengan kebiasaan seperti ini. Kemudian jika telah selesai dari percakapannya ditutup dengan kalimat ‘selamat jalan‘ atau ‘bye bye‘.
Ini semua merupakan bentuk penyelisihian terhadap tuntunan yang diajarkan oleh Islam, yaitu mengucapkan salam dan senantiasa menjaganya, baik ketika memulai (berjumpa) maupun mengakhirinya (berpisah). Maka apabila kalian memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kalian memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi barakah lagi baik Dan dari
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Hak seorang muslim terhadap muslim yang lainnya ada enam. Ditanyakan kepada beliau: apa saja itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Jika berjumpa ucapkan salam kepadanya, jika dia mengundangmu penuhilah undangannya, jika dia meminta nasehat kepdamu nasehatilah dia, jika dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah maka ucapkan yarhamukallah, jika dia sakit jenguklah dia, jika dia meninggal maka iringilah jenazahnya. (HR. Al-Bukhari 1183, Muslim 2162, dan ini adalah lafazh Al-Imam Muslim)
2. Yang Memulai Salam.
Siapakah yang memulai salam? Si penelpon ataukah yang ditelpon? Yang memulai salam hendaknya si penelepon, karena dia itu seperti orang yang mengetuk pintu rumah orang lain dan meminta izin untuk masuk. Sehingga dia harus memulai pembicaraannya dengan ucapan: ‘Assalamu ‘alaikum‘ atau ‘Assalamu ‘alaikum warahmatullah‘ atau Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh‘. Maka yang ditelepon pun hendaknya menjawab dengan mengucapkan: ‘Wa’alaikummussalam warahmatullahi wabarakatuh‘ atau dengan jawaban yang sama persis diucapkan oleh yang memberi salam.
Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka
balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah
penghormatan itu (dengan yang serupa). (An-Nisa’: 86)
Kemudian si penelpon hendaknya mengenalkan identitas dirinya dengan
menyebut nama atau julukan/panggilannya kepada orang yang ditelepon
tersebut, agar dia (yang ditelepon) tidak merasa kebingungan dengan siapa dia
berbicara dan apa tujuannya.
3. Memperhatikan Waktu.
Waktu merupakan nikmat besar yang kebanyakan manusia melalaikannya.Maka seyogyanya bagi seorang muslim ketika berbicara agar bicara dengan ringkas dan seperlunya, tidak berpanjang lebar sebagaimana yang sering dijumpai dan disaksikan. kecuali jika memang benar-benar sangat butuh untuk itu. Ini semua dalam rangka bersemangat untuk menjaga waktu yang merupakan modal engkau di dunia ini.
4. Menjaga Lisan.
Bahaya lisan itu sangatlah besar, kejelekannya tidaklah kecil jika engkau tidak
bertaqwa kepada Allah dalam menggunakan lisan ini. Bersemangatlah engkau
ketika berbicara untuk tidak mengucapkan kecuali kebaikan, tidaklah bertutur
kata kecuali pada perkara-perkara yang positif.
5. Hemat (tidak menghamburkan) Harta (Pulsa).
Sebagian orang menyangka bahwa harta yang dimiliki adalah mutlak miliknya sehingga dia berhak untuk membelanjakan hartanya tersebut untuk keperluan apapun dan bagaimanapun sekehendak dia. Ini adalah persangkaan yang salah, karena harta itu pada hakikatnya merupakan milik Allah, dan engkau adalah
yang bertanggung jawab dan diberi amanah atas harta tersebut dan kelak akan diperhitungkan di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Membelanjakan harta di luar perkara yang syar’i (menyelisihi syari’at) itu tidak diperbolehkan, maka ketika seorang muslim bermudah-mudahan membeli pulsa dan untuk ngobrol ini itu yang tidak bermanfaat, maka ini adalah termasuk sikap berlebihan (pemborosan), adapun jika menggunakannya untuk perkara yang bermudharat, maka ini termasuk bentuk perbuatan tabdzir yang Allah larang dalam Al-Qur’an.
6. Berhati-hati dari Nyanyian.
Kebanyakan orang terjatuh kepada sikap bermudah-mudahan (menganggap enteng) untuk mendengarkan nyanyian, walaupun telah jelas dan gamblang dalil-dalil yang menunjukkan keharamannya. Sungguh ini adalah gejala yang tidak baik, wal ‘iyadzubillah.
7. Memilih Nada Dering (ringing tone) yang dibolehkan secara Syar’i .
Seorang muslim hendaknya bersemangat untuk menghindari segala bentuk penyelisihan terhadap syari’at yang bijaksana ini dalam segala hal, sampai pun pada permasalahan nada dering (ringing tone) pada telepon (HP/Jawwal). Barangsiapa yang memperhatikan masalah ini menunjukkan kuatnya iman dia dan kuatnya upaya dia dalam berpegang teguh terhadap agama ini.
Kita perhatikan sebagian orang terkadang menjadikan nada dering teleponnya berupa suara musik atau potongan lagu dari para penyanyi laki-laki maupun perempuan. Ini semua merupakan perbuatan yang tidak diperbolehkan oleh syari’at yang bijaksana ini.
8. Menghindari gambar makhluk bernyawa.
Sesungguhnya di antara perkara haram yang kebanyakan manusia dengan
gampangnya terjatuh ke dalamnya adalah sikap mengikuti hawa nafsu dengan menggambar makhluk bernyawa, baik berupa manusia, hewan, burung, ataupun yang lainnya.
9. Jagalah Akhlakmu.
Fasilitas ini bisa memberikan pengaruh yang besar terhadap rusaknya kehidupan pribadi dan masyarakat, menganggap perkara yang hina merupakan perkara yang mulia, disebabkan jeleknya dalam menggunakan HP ini, dan kemampuannay mengarahkan kepada kerusakan. Sungguh sangat disesalkan. Berapa banyak rumah tangga berantakan, aib di dalam rumah terbongkar, dan kemudian mereka terjerumus ke dalam jerat setan, antara membunuh atau mencederai orang lain.
10. Jagalah Aqidahmu.
Disebabkan mudahnya berhubungan dengan orang lain baik luar maupun
dalam negeri terkhusus jika dilakukan dengan sarana internet, maka menjadi mudahlah untuk mengetahui informasi dan keadaan mereka, termasuk aqidah
kufur maupun bid’ah, yang kemudian hal itu bisa berpengaruh terutama
kepada orang yang hatinya berpenyakit dan yang tidak memiliki benteng berupa dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur`an dan As-Sunnah untuk membentengi dirinya.
Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari bahaya fasilitas ini, terkhusus dalam masalah ini (aqidah), karena ini adalah masalah besar. Bukanlah perkara yang ringan jika hati seseorang terasuki syubhat Yahudi, Nashrani, Majusi,
Komunisme, Kapitalisme, Sekulerisme, Sufiyah, Rafidhiyah, dan Hizbiyyah. Kita
memohon kepada Allah keselamatan.
11. Jangan Sampai Mengganggu Sesama Muslim.
Sesungguhnya di antara perkara yang wajib untuk berhati-hati darinya dalam menggunakan sarana ini adalah perbuatan mengganggu seorang muslim baik dengan lisan maupun sms. Sungguh sebagian orang telah menggunakan sarana ini untuk tujuan yang buruk seperti itu. Di antara mereka ada yang
menelepon pada saat-saat akhir malam, seperempat malam pada pukul 01.00 atau 02.00 dini hari untuk membikin cemas (mengganggu) penghuni rumah. Di antara mereka ada yang menggunakan cara lain, dengan mengirim sms yang berisi rayuan, wal ‘iyadzubillah, yaitu dengan mengirim sms kepada sebagian wanita yang berisi kalimat-kalimat jorok, tidak senonoh, dan disertai gambar-gambar yang menjijikkan, ataupun juga gambar hati yang tertancap padanya anak panah, dan berbagai cara lainnya. Wallahul musta’an.
12. Menghormati Hak-Hak Masjid.
Sesungguhnya di antara kesalahan yang harus diperhatikan dan diperbaiki adalah membiarkan (mengaktifkan) volume HP, yang bisa menyebabkan
terganggunya orang-orang yang shalat dan orang-orang yang berada di masjid karena suara HP tersebut. (Bahkan yang lebih parah) terkadang suara tersebut berupa suara musik atau potongan lagu dari penyanyi laki-laki maupun perempuan. Maka (barangsiapa yang berbuat seperti itu), di mana upaya dia
dalam mengormati dan memuliakan masjid?! Dan di mana pula upaya dia
dalam mengagungkan nilai ibadah shalat?!
13. Jangan Engkau Menjadi Penyebab Terjadinya Kecelakaan di Jalan.
Banyak pengemudi mobil yang menggunakan HP dalam keadaan dia sedang mengemudi, dan bahkan terkadang dia dengan asyiknya mengobrol dengan
lawan bicaranya di telepon tanpa mewaspadai apa yang akan terjadi padanya di tengah jalan sehingga terjadilah kecelakaan. Maka seyogyanya untuk menonaktifkan HP ketika mengemudi atau dia minta tolong orang lain untuk menerima/menjawab telepon yang masuk padanya.
14. Awas! Bahaya HP bagi Para Wanita.
Para wanita itu adalah orang-orang yang kurang akal dan kurang agamanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari ‘Idul Adha atau ‘Idul Fithri manuju mushalla, kemudian beliau melewati sekumpulan wanita,
maka beliau pun bersabda : “Wahai sekalian wanita, bershadaqahlah kalian, karena sungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni an- nar (nereka) yang paling banyak.” Mereka (para wanita tadi) bertanya: “Mengapa bisa demikian wahai Rasulullah?”
Beliau bersabda : Kalian banyak melakukan caci maki dan membangkang pada suami. Dan aku tidak pernah melihat (manusia) yang kurang akal dan agamanya namun mempermainkan akal kaum pria yang bijak dari pada kalian.
Mereka (para wanita) berkata : ‘Apa yang dimaksud dengan kurangnya agama dan akal pada kami wahai Rasulullah?’
Beliau bersabda: Bukankah persaksian seorang wanita itu sama dengan
setengah persaksian seorang laki-laki?
Kami mengatakan : ‘Ya, benar.’
Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang akalnya. Dan bukankah
seorang wanita jika haid, dia tidak shalat dan tidak berpuasa?
Mereka menjawab: ‘Ya, benar.’
Beliau bersabda: Itulah di antara bentuk kurang agamanya.
(HR. Al-Bukhari 298, Muslim 80)
Bahaya alat (HP) ini bagi para wanita sangatlah besar, terutama pada sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah dan tipu daya. Dan juga pada perkara yang terkadang mengejutkan berupa kalimat-kalimat manis, yang tampak dari luar itu seolah-olah merupakan rahmah (kasih sayang) namun pada hakekatnya itu adalah adzab. Sebagian wanita terkadang tidak mampu bersikap dengan tepat ketika menghadapi hal-hal yang demikian, bahkan terkadang terpengaruh olehnya. Ini terutama menimpa sebagian pemudi yang sudah mencapai masa pubertas, yang mereka itu tidak bisa melihat perkara yang bermanfaat/positif bagi diri mereka sendiri tanpa adanya perhatian dan pengawasan dari orang- orang yang mengurusi (wali-wali) mereka, yaitu anak-anak yang tidak membentengi dirinya dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah.
Memberikan kesempatan kepada seorang wanita untuk memegang HP, sehingga HP tersebut terus bersama dia, baik di kamarnya, di jalan, pasar dalam keadaan tanpa adanya pengawasan dan perhatian dari walinya dari kalangan orang-orang yang bertaqwa, sehingga mereka bebas menelepon dan berbicara dengan siapa saja sekehendaknya, berkawan dengan siapa saja baik laki-laki maupun perempuan, janjian dengan mereka, kecuali wanita yang memang Allah beri rahmat kepada mereka — , maka ini wahai ummat Islam adalah peringatan penting.
Sungguh wanita itu sangat lemah, dia sangat mudah larut dan rusak di tengah- tengah fitnah ini, dan syaithan mempermainkan mereka semaunya. Seruan Penting Kepada Setiap Wanita ‘Afifah (yang menjaga kehormatannya) Kegembiraan apa yang lebih besar daripada ketika Allah memberikan hidayah kepada engkau? Sungguh engkau mendapat kemuliaan setelah merasakan kehinaan, ketinggian setelah kerendahan, bagaimana keadaan wanita dahulu sebelum masa Islam dan bagaimana keadaannya setelah Islam. Allah memuliakan wanita, baik ibu, saudara perempuan, anak perempuan, istri, dan kerabat yang barangsiapa menyambung tali kekerabatan (silaturrahim), maka Allah akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutusnya, maka Allah akan memutusnya.
Maka apakah yang diinginkan oleh para penyeru kebebasan (emansipasi) wanita?! Apakah (dengan syariat Islam) ini wanita menjadi terkekang di bawah agama Islam?! Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka;
mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
15. Tidak Memberi Kesempatan Kepada Anak Kecil dan Anak yang Memasuki
Usia Puber untuk memegang HP.
Demikain juga termasuk perkara yang penting adalah tidak memberi kesempatan kepada anak kecil untuk memegang HP, karena sesuatu yang dipegang anak kecil itu sering hilang, kecurian, ataupun yang lainnya, dan mereka tidak mengerti bahaya yang ada pada HP. Demikian pula keadaan anak yang sedang memasuki masa puber. Kecuali disertai adanya perhatian dan peringatan yang keras dari perkara yang bisa menyeret dia untuk terjatuh ke dalam bahaya yang besar karena alat (HP) ini.
16.Jangan Berbuat At-Tajassus (Mencari-cari Kesalahan/Kelemahan/Kekurangan Orang Lain).
Di antara penggunaan alat ini (HP) dalam perkara yang menyelisihi syari’at adalah apa yang dilakukan oleh sebagian orang ketika memanfaatkan alat ini untuk berbuat at tajassus (upaya mencari kesalahan, kelemahan, dan kekurangan orang lain) demi kepentingan pihak tertentu. Terkadang sebagian orang tadi merekam suatu pembicaraan yang dia dengar dari HP (menyadap) bukan untuk mencari faidah tetapi untuk tujuan mencuri berita dan mencari kesalahan, kelemahan, dan kekurangan pihak lain.
17. Berhati-hati dari Beberapa Penyakit Hati: Merasa Dirinya Lebih, ‘Ujub,
Bangga Diri, Tertipu, Sombong, Riya’, dan Sum’ah.
Penyakit-penyakit tersebut adalah termasuk di antara penyakit berbahaya yang menimpa para pemegang (pengguna) HP, di mana terkadang seorang yang memegang (memiliki) HP itu pada dasarnya tidak ada kepentingan (kebutuhan) dengan HP nya, sehingga tidaklah yang mendorong dia untuk membeli dan menggunakan HP itu kecuali karena didasari sikap bangga diri, ujub, dan merasa dirinya lebih daripada yang lain, dan seterusnya.
Terutama apa yang dilakukan oleh orang-orang “yang selalu mengikuti perkembangan zaman”, tidaklah terlihat olehnya HP model baru di pasar (toko) kecuali dia akan bersegera untuk membelinya dengan harga yang tinggi, padahal HP-nya yang lama masih dimilikinya. Bahkan terkadang HP yang baru tadi tidak ada perbedaannya dengan HP yang lama kecuali hanya bentuk (model)nya saja atau beberapa fasilitas saja. Dan yang wajib atas seorang muslim untuk bersikap tawadhu’ dan rendah hati terhadap saudara-saudaranya sesama mu’minin.
18. Jangan Merusak Rumah Tangga Orang atau Membuat Fitnah yang Akibatnya Tidak Terpuji.
Sebagian pengguna HP yang ada padanya fasilitas kamera telah sampai pada perbuatan yang melampaui batas, yaitu mengambil gambar (memotret) pemudi muslimah ketika mereka tengah lalai (tidak tahu atau tidak menyadari). Para muslimah yang berpakaian dengan seenaknya dan tidak sesuai dengan pakaian yang syar’i, serta dalam keadaan tersingkap wajah- wajah mereka, diambil gambar (foto)nya ketika mereka pergi dan pulang dari sekolah.
19. Hendaknya bagi Wanita Bersikap Malu dan Berupaya untuk Menutup
Auratnya.
Jika memang diperlukan untuk membawa HP keluar rumah, kemudian ada yang menelepon anda dalam keadaan anda masih berada di luar rumah, atau di jalan misalnya, maka wajib bagi anda untuk bersikap malu dan berupaya menutup aurat, juga rendahkan suara anda, dan ucapkanlah perkataan yang baik.
20. Jangan Mengikuti Kuis dengan Segala Bentuknya.
Di antara penggunaan HP yang menyelisihi nilai syar’i adalah ikut serta dalam
apa yang dinamakan dengan ‘Kuis berhadiah dalam HP’. Gambaran
pelaksanaannya adalah operator memberikan informasi kepada anda tarif
peneleponan tertentu (untuk kemudian anda diminta menghubungi operator
tersebut) atau anda diminta mengirim sms dengan tarif per-sms sekian dan
sekian, kemudian ketika anda tepat dalam menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh operator tadi, berarti anda telah terjun ke dalam persaingan di
antara ribuan penelepon lain dari berbagai tempat. Uang yang mereka
(operator) dapatkan itu adalah hasil dari banyaknya penelepon yang jumlahnya
mencapai berlipat-lipat.
Ini adalah bentuk penipuan dan memakan harta manusia dengan cara yang
batil, dan juga termasuk ke dalam hukum perjudian. Wal ‘iyadzubillah.
21. Kepada Siapa Anda Memberikan Nomor Telepon Anda?
Dan tolong-menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya. (Al-Maidah: 2)
Wajib atas seorang muslim untuk memilih teman-teman yang baik, yang bisa menjadi pembantu/penolongnya dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Teman dan saudara yang seperti itulah yang anda bisa memberikan nomor anda kepadanya. Karena tidaklah anda akan mendapati
pada mereka kecuali kebaikan dan kesediaannya untuk membantu anda dalam meraih keridhaan Allah ‘azza wa jalla, dan tentunya mereka pun juga memiliki adab-adab syar’i yang senantiasa mereka jaga ketika menelepon dan berbicara dengan anda.
22. Jangan mengangkat suara melebihi dari kebutuhan.
“Firman Allah ‘azza wa jalla : ‘dan lunakkanlah suaramu’, maknanya adalah jangan berlebihan dalam berbicara dan jangan mengangkat suaramu dengan perkataan yang tidak ada faidahnya, oleh karena itulah Allah berfirman: ‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.’ Al-Imam Mujahid dan yang lainnya mengatakan : ‘Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai, yakni yang paling buruk dari mengangkat suara adalah yang kerasnya menyerupai suara keledai, di samping itu merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah subhanahu wa ta’ala .
23. Jangan Sekali-kali menutup HP ketika Lawan Bicara Sedang Berbicara, kecuali jika ada Maslahat yang lebih besar.
Seorang muslim itu hendaknya berhias dengan akhlak yang mulia dan sifat yang agung sebagaimana yang telah dianjurkan dalam syari’at agama kita yang
lurus.
24. Jaga Kesehatan.
Di antara perkara yang wajib untuk diperhatikan adalah menjaga kesehatan, karena ini merupakan salah satu nikmat di antara nikmat-nikmat Allah yang
besar dan wajib untuk dipergunakan dalam meraih keridhaan-Nya. Ada dua kenikmatan yang kebanyakan manusia melalaikannya: (1) kesehatan, dan (2) waktu luang. (HR. Al Bukhari 7049)
Oleh karena itulah kebiasaan menggunakan HP dan lama dalam berbicara - dan yang lebih parah dari itu adalah gelombang sinyal yang kuat - terkadang bisa memberikan pengaruh yang berbahaya terhadap manusia -wallahu a’lam-. Maka berhati-hatilah darinya demi menjaga keselamatan (kesehatan), dan (nilai) keselamatan itu tidak ada sesuatu pun yang sebanding dengannya.
Dan sekarang silakan anda perhatikan nukilan sebagian tulisan dalam pembahasan ini berupa bahaya (efek negatif) dari penggunaan HP berikut
Bahaya (efek negatif) HP terhadap Kesehatan
Riset ilmiah yang dilakukan dengan sangat teliti oleh seorang peneliti Saudi yaitu Dr. Sari’ bin Hamd Ad Dausri - seorang ahli di bidang THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), dan dia adalah kepala lembaga Al-Jum’iyyah As-Su’udiyyah urusan THT, kepala, dan leher - telah mengungkap tentang hilangnya indera pendengaran salah seorang pekerja Saudi sebagai akibat dari penggunaan HP dengan frekuensi yang sangat tinggi.
Dr. Ad-Dausri menyimpulkan hasil penelitiannya tersebut ketika memeriksa pasien mobile klinik di RS Universitas King Abdul Aziz, Saudi. Pasien tersebut adalah seorang pekerja berusia empat puluh tahun. Ia mengeluhkan pendengaran pada telinga kanannya berkurang selama tiga bulan, di samping rasa hangat dan rasa sakit di telinga. Dia mengatakan bahwa gejala ini terjadi ketika beberapa menit menggunakan ponsel menit dan baru hilang satu jam setelah menggunakan ponsel.
Dr. Sari’ menambahkan, bahwa pasien tersebut menggunakan ponsel lebih dari 90 menit dalam sehari dan tepat pada telinga kanannya. Hal itu berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Kemudian dia rutin berkunjung ke klinik setiap tiga bulan. Setelah dilakukan pemeriksaan medis secara seksama, terlihat bahwa pendengaran berkurang sekitar 25 desibel pada telinga kanan. Berkurangnya pendengaran tersebut semakin besar dengan bertambahnya waktu penggunaan ponsel. Kemudian si pasien diminta menggunakan ponsel di telinga kirinya. Setelah 6 bulan pendengaran di telinga kanan mulia membaik. Telinga kanan semakin membaik ketika pengunaan ponsel dihentikan. Namun ketika diulang kembali menggunakan ponsel pada telinga kanan tersebut, pendengaran kembali berkurang. Maka pasien disarankan untuk menggunakan telepon biasa dan mengurangi penggunaan ponsel, dan mengurangi penggunaan speakerphone, di mana pasien mengurangi penggunaan ponsel sampai 15 menit sehari. Dengan demikian sembulah penderitaannya, namun si pasien tetap mengalami sedikit penguraan pendengaran selamanya. Dr Ad-Dausari mengungkapkan hal itu dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia berjudul “efek ponsel terhadap kesehatan dan perlunya penelitian lebih lanjut” bahwa semakin meningkat penggunaan telepon selular berarti semakin menambah efek biologis dan efek kesehatan. Akibat pajanan terhadap elektromagnetik mobile gelombang perangkat, atau menara transmisi booster. Di mana penelitian yang dipublikasikan menunjukkan adanya efek kerusakan kesehatan, seperti: kelelahan, sakit kepala, pusing, dan gangguan tidur.
Mengambil Manfaat dari HP
1) Menyambung hubungan dengan keluarga dan kerabat anda (silaturahim).
2) Menelepon para ‘ulama dan bertanya kepada mereka tentang beberapa
masalah yang terjadi.
3) Membantu memenuhi kebutuhan anda baik dalam perkara agama maupun
dunia.
4) Merekam suara bacaan Al-Qur’an, tulisan, dan muhadharah.
5) Mengambil manfaat dari situs-situs internet yang bermanfaat.
6) Membangunkan orang tidur (misalnya dengan mengaktifkan jam alarm).
7) Sebagai pengingat jadwal kegiatan anda baik umum maupun khusus, dan
termasuk juga adalah sebagai peringatan telah masuknya waktu shalat.
8) Mengetahui keadaan (kabar) seorang alim.
9) Dakwah di jalan Allah.
sering terlupakan, padahal penting.. waiting for the inspired writing again:)
BalasHapusassalamualaikum
BalasHapussyapa pun penulisnya hrs mencantumkn nama ato nama pena jg blh, yr ad yg bertanggung jwb ats tulisn@
subhanallah...
BalasHapusbanyak ibrah!